Ekonomi China Tumbuh 5,0% di Kuartal I 2026, Capai Rp84.000 Triliun

- Kamis, 16 April 2026 | 10:30 WIB
Ekonomi China Tumbuh 5,0% di Kuartal I 2026, Capai Rp84.000 Triliun

Perekonomian China menunjukkan sinyal positif di awal tahun 2026. Data terbaru dari Biro Statistik Nasional (NBS) mengungkapkan, produk domestik bruto (PDB) negara itu tumbuh 5,0 persen secara tahunan pada kuartal pertama. Angka ini cukup menggembirakan, karena naik 0,5 poin persentase dibandingkan capaian di kuartal IV tahun lalu.

Secara nominal, nilai PDB China pada periode Januari-Maret 2026 itu mencapai 33,4 triliun yuan. Kalau dirupiahkan, nilainya fantastis: sekitar Rp84.000 triliun.

Dalam sebuah pernyataan resmi, NBS tampak optimis. Mereka menyebut ada peningkatan pertumbuhan di sisi produksi dan pasokan.

"Pada kuartal pertama, pertumbuhan produksi dan pasokan meningkat, permintaan pasar terus membaik, lapangan kerja secara umum stabil, harga pasar meningkat moderat, dan pembangunan berkualitas tinggi maju dengan momentum baru dan positif,"

Tak hanya itu, lembaga itu juga menilai perekonomian nasional memulai tahun dengan langkah yang mantap.

"Perekonomian nasional memulai tahun dengan baik dengan perkembangan yang menunjukkan ketahanan dan vitalitas yang lebih besar,"

Pertumbuhan 5,0 persen ini sebenarnya melanjutkan tren tahun lalu, di mana China juga mencatatkan ekspansi ekonomi pada level yang sama. Namun begitu, target resmi Beijing untuk tahun 2026 ini berada di kisaran 4,5 hingga 5 persen. Target itu, harus diakui, merupakan yang paling rendah dalam beberapa tahun belakangan.

Di balik angka-angka yang stabil itu, tantangan nyata tetap menganga. Ekonomi terbesar kedua dunia ini masih bergulat dengan permintaan domestik yang belum sepenuhnya pulih. Sektor properti pun masih dalam koreksi panjang. Belum lagi gejolak ekonomi global yang menambah ketidakpastian. Jadi, meski awalnya baik, perjalanan sepanjang tahun 2026 masih panjang dan penuh tantangan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar