Namun begitu, fakta di lapangan tak semulus ucapan. Baru akhir pekan lalu, perwakilan AS dan Iran bertemu di Islamabad, Pakistan. Pembicaraan maraton selama 21 jam itu, sayangnya, buntu. Tidak ada kesepakatan yang ditandatangani. Meski begitu, upaya untuk menggelar babak negosiasi baru dikatakan masih terus berjalan.
Di sisi lain, Trump tampaknya belum menyerah. Sehari sebelum wawancara dengan Bartiromo, dia sudah menunjukkan sinyal positif. Pada Selasa, dia menyebut pembicaraan langsung bisa dimulai kembali di Pakistan dalam dua hari ke depan. Ada harapan, meski samar.
Peran Pakistan dalam semua ini cukup krusial. Negeri itu berhasil menjadi penengah gencatan senjata selama dua minggu, yang mulai berlaku sejak 8 April lalu. Hingga detik ini, gencatan itu masih dipegang teguh oleh kedua pihak yang bertikai.
Jadi, benarkah perang ini hampir berakhir? Trump bilang iya. Tapi seperti biasa, jalan menuju perdamaian selalu berliku dan penuh kejutan.
Artikel Terkait
Kapal Pengungsi Rohingya Tenggelam di Laut Andaman, 250 Orang Dinyatakan Hilang
Timnas Putri Indonesia Unggul 2-0 Atas Kaledonia Baru di Perebutan Tempat Ketiga FIFA Series
Arab Saudi Perketat Akses ke Makkah, Hanya Pemegang Izin Haji yang Diizinkan Masuk
Rupiah Melemah ke Rp17.143, Dihantui Blokade AS di Iran dan Revisi Proyeksi IMF