PNM Dukung Perempuan Solo Bangun Usaha dari Nol hingga Pimpin Bank Sampah

- Senin, 13 April 2026 | 19:40 WIB
PNM Dukung Perempuan Solo Bangun Usaha dari Nol hingga Pimpin Bank Sampah

Semangat Kartini itu nyata, dan ia hidup dalam langkah-langkah sederhana perempuan yang tak kenal lelah. Seperti Ibu Dewi Priyanti, misalnya. Perempuan asal Solo ini memutuskan merantau ke Jakarta dengan satu tekad: mengubah nasib. Mimpi itu ia wujudkan, dimulai dari nol sebagai penjaga warung kecil. Hari-harinya dijalani dengan penuh keyakinan, yang selalu ia sematkan dalam doa-doa hariannya.

Perjalanannya kemudian berubah. Di tengah kesibukan, ia bertemu dengan seorang "kakak seragam putih biru". Rupanya, orang itu berasal dari Permodalan Nasional Madani (PNM), lembaga keuangan plat merah yang fokus memberdayakan usaha ultra mikro. Pertemuan itu menjadi pintu awal.

Dewi punya bekal: kemampuan memasak. Dari warung sederhana, ia mulai membangun usahanya perlahan. Menu ditambah, pelanggan dilayani dengan sepenuh hati. Ia belajar dari setiap pengalaman. Bergabung dengan PNM Mekaar membuka kesempatan yang lebih luas. Pembiayaan awalnya cuma 2 juta, tapi kini berkembang hingga 10 juta. Usahanya menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Tapi, angka-angka itu bukan segalanya. Kuncinya justru ada pada keberanian dan konsistensinya yang tak pernah padam.

Tak berhenti di situ, Ibu Dewi juga aktif di ranah sosial. Ia dipercaya menjadi Ketua Bank Sampah Unit (BSU) Kembangs. Ini membuktikan peran perempuan bisa sangat sentral dalam membawa perubahan di lingkungannya.

Ia mengungkapkan, ada haru yang mendalam menyaksikan usahanya bertumbuh. Apalagi saat diberi kepercayaan memimpin kelompok bank sampah.

"Bagiku, ini bukan cuma soal usaha yang berkembang. Tapi juga dapat kesempatan untuk memberi manfaat lebih luas, untuk lingkungan dan orang lain," katanya.

Dari langkah kecil yang dulu ia mulai, kini ia melihat dampaknya. Perjuangannya ternyata tak hanya mengangkat ekonomi keluarga, tapi juga membawa angin segar bagi sekitarnya.

Pihak PNM sendiri menegaskan komitmen mereka. Dodot Patria Ary, Sekretaris Perusahaan PNM, menyatakan pemberdayaan perempuan adalah fokus utama mereka.

"Semangat Kartini hari ini terasa dalam perjalanan seperti yang dijalani Ibu Dewi. Saat perempuan berani melangkah, belajar, dan saling menguatkan, yang tumbuh bukan hanya usahanya. Kepercayaan diri dan keberanian mereka untuk memberi dampak pun ikut berkembang. Kami yakin, setiap langkah kecil yang konsisten bisa membawa perempuan semakin dekat pada kemandirian dan peran yang lebih luas," ujar Dodot dalam siaran pers, Senin (13/4/2026).

Melalui berbagai programnya, PNM optimis bisa terus melahirkan lebih banyak lagi perempuan tangguh seperti Ibu Dewi. Harapannya jelas: agar lebih banyak perempuan prasejahtera yang terbantu. Akses pembiayaan, pendampingan, dan pelatihan yang tepat diyakini bisa membuka peluang besar. Mereka tak hanya mandiri secara ekonomi, tapi juga menjadi agen perubahan yang dampaknya terasa hingga ke keluarga dan tetangga terdekat.

Kisah Ibu Dewi adalah buktinya. Sebuah langkah kecil, dengan tekad yang besar, bisa menebar manfaat yang jauh lebih luas.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar