Kalau bicara soal persiapan haji, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) memang punya porsi besar. Bank ini terus berupaya mempermudah layanan untuk calon jamaah, salah satunya lewat jaringan luas mereka. Bayar biaya haji kini bisa dilakukan di lebih dari 126 ribu BSI Agen atau langsung di kantor cabang. Praktis, kan?
Dominasi BSI di sektor ini cukup jelas. Pada 2026 nanti, diperkirakan 83 persen calon jamaah haji reguler Indonesia ternyata nasabah tabungan haji BSI. Angka itu sekaligus menegaskan posisi mereka sebagai pemimpin pasar. Tak heran, peran bank ini jadi kian sentral.
Posisi sebagai market leader ini bukannya tanpa tanggung jawab. Justru, BSI merasa perlu aktif mendorong inklusi keuangan untuk tabungan haji di semua lapisan masyarakat. Mereka juga berkomitmen mendukung pemerintah agar penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sukses. Caranya? Dari sosialisasi pelunasan biaya, kolaborasi dengan kementerian terkait untuk manasik, sampai mengoptimalkan jaringan layanan yang bisa diakses jamaah sebelum berangkat hingga pulang nanti.
Menurut Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, ibadah haji butuh persiapan matang, baik fisik maupun finansial.
"Kami mempersiapkan infrastruktur digital yang jadi bagian penting untuk akselerasi bisnis, terutama dalam mengoptimalkan tabungan haji. Kami optimis jumlah nasabah akan naik tahun ini, seiring kemudahan akses layanan buka tabungan haji lewat BYOND by BSI," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (12/4/2026).
Artikel Terkait
Kebijakan WFH ASN Turunkan Jumlah Penumpang LRT Jabodebek 10 Persen
Arbeloa Tegaskan Real Madrid Tak Akan Menyerah di Pengejaran Gelar La Liga
Tiang Listrik Keropos Ambruk di Mangga Besar, Lalu Lintas Sempat Lumpuh
Negosiasi AS-Iran Buntu, Trump Tegaskan Iran Tak Boleh Miliki Senjata Nuklir