BRI kembali mencatatkan prestasi baru di ranah digital. Kali ini, Bank Rakyat Indonesia berhasil menjadi bank pertama di tanah air yang menyandang sertifikasi ISO/IEC 25000. Bagi yang belum familiar, sertifikasi ini merupakan standar global yang fokus pada pengelolaan dan penilaian kualitas perangkat lunak.
Secara sederhana, ISO/IEC 25000 adalah bagian dari kerangka SQuaRE (Software Quality Requirements and Evaluation). Standar inilah yang membantu sebuah organisasi untuk mendefinisikan, mengukur, dan mengevaluasi kualitas software secara lebih sistematis dan terstruktur. Proses mendapatkannya pun tidak instan.
Menurut keterangan yang beredar, BRI melalui beberapa tahapan panjang. Mulai dari analisis mendalam terhadap kondisi sistem yang ada, lalu menyusun kerangka evaluasi, hingga akhirnya menjalani asesmen ketat untuk implementasi standar tersebut. Seluruh proses ini tak lepas dari pendampingan Robere & Associates sebagai konsultan.
Direktur Teknologi Informasi BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah langkah strategis. Fondasi teknologi informasi, kata dia, harus kokoh untuk menopang operasional perusahaan yang kian kompleks.
“Ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan digital bagi masyarakat. Sistem yang stabil, aman, dan andal tidak hanya mendukung operasional internal, tetapi juga memengaruhi pengalaman nasabah saat menggunakan layanan digital,” ujar Saladin Dharma, Minggu (12/4/2026).
Pernyataannya cukup relevan. Di tengah lonjakan kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan digital, keandalan sistem adalah segalanya. Tanpa itu, kepercayaan nasabah bisa dengan mudah luntur.
Artikel Terkait
Negosiasi AS-Iran Buntu, Trump Tegaskan Iran Tak Boleh Miliki Senjata Nuklir
Tiang Listrik Roboh di Mangga Besar Akibat Beban Kabel Optik, Lalu Lintas Tersendat
Thailand Juara Piala AFF Futsal 2026 Usai Kalahkan Indonesia 2-1
Pedagang Tahu Bulat di Depok Ditangkap Usai Perlihatkan Kelamin ke Pembeli