Saladin menambahkan poin penting lain. Dengan standar ini, penilaian kualitas sistem digital bisa dilakukan secara lebih objektif dan terukur. Pendekatannya memastikan setiap aplikasi yang diluncurkan memenuhi aspek-aspek kritis: mulai dari keandalan dan efisiensi kinerja, hingga keamanan data serta kemudahan pemeliharaan ke depannya.
Tak hanya itu, implementasi ini juga sekaligus memenuhi ketentuan ISO/IEC 25001:2014. Sertifikasinya sendiri secara spesifik mencakup SQuaRE for the Provision of Planning and Management of BRImo Application. Fokusnya jelas: perencanaan dan pengelolaan kualitas software untuk aplikasi andalan mereka, BRImo.
“Kami berkomitmen untuk terus menyediakan layanan keuangan yang inklusif dan didukung ekosistem digital yang andal bagi semua lapisan masyarakat,” tegasnya.
“Kami akan terus memperkuat kualitas perangkat lunak agar aplikasi dapat berjalan stabil, aman, dan mampu mengikuti kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Dengan fondasi teknologi yang kuat BRI berkomitmen untuk terus memberikan layanan yang lebih baik bagi seluruh nasabah.”
Pencapaian ini, pada akhirnya, bukan sekadar plakat untuk dipajang. Ini adalah upaya nyata untuk membangun kepercayaan di era dimana setiap ketidakstabilan aplikasi bisa berujung pada keluhan nasabah. BRI sepertinya sedang menyiapkan pijakan yang lebih solid untuk lompatan digital berikutnya.
Artikel Terkait
Negosiasi AS-Iran Buntu, Trump Tegaskan Iran Tak Boleh Miliki Senjata Nuklir
Tiang Listrik Roboh di Mangga Besar Akibat Beban Kabel Optik, Lalu Lintas Tersendat
Thailand Juara Piala AFF Futsal 2026 Usai Kalahkan Indonesia 2-1
Pedagang Tahu Bulat di Depok Ditangkap Usai Perlihatkan Kelamin ke Pembeli