Kebijakan WFH satu hari dalam seminggu untuk ASN akhirnya resmi berjalan. Tapi, jangan buru-buru membayangkan gedung-gedung perkantoran komersial di Jakarta akan langsung sepi. Kenyataannya, dampaknya terhadap pasar sewa kantor komersial diprediksi bakal sangat minim, bahkan hampir tidak terasa.
Alasannya sederhana: Aparatur Sipil Negara umumnya nggak ngontrak di gedung-gedung komersial itu. Mereka menempati gedung milik pemerintah sendiri. Jadi, kebijakan ini sama sekali tidak mengubah jumlah penyewa atau "tenant" di pasar.
Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia, menegaskan hal ini.
"Kebijakan WFH untuk ASN tidak akan memengaruhi okupansi gedung komersial secara langsung. Tidak ada perubahan pada jumlah tenant," ujarnya dalam riset terbaru.
Artinya, jangan harap ada goncangan permintaan yang tiba-tiba. Pasar sewa kantor untuk perusahaan swasta dan multinasional tetap akan berjalan seperti biasa. Lagipula, sebagian besar perusahaan swasta ini sudah lebih dulu menerapkan sistem kerja hybrid pasca-pandemi. Kebijakan pemerintah untuk ASN bukanlah hal baru bagi mereka.
Namun begitu, bukan berarti kebijakan ini sama sekali tidak punya efek. Ada dampak tidak langsung yang patut diamati. Ketika pemerintah sebagai institusi besar mulai menerapkan WFH secara formal, hal itu memberi sinyal kuat dan semacam legitimasi.
Ini bisa mendorong sektor lain, terutama perusahaan lokal atau BUMN tertentu, untuk ikut mengadopsi pola serupa. Mungkin tidak langsung drastis, tapi bisa bertahap.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tandatangani Perpres Pembentukan Ditjen Pesantren
Empat Pekerja Tewas Diduga Keracunan Gas Saat Bersihkan Tangki Air di Jagakarsa
Iran Klaim Tembak Jatuh F-15E dan A-10 AS, Pentagon Bungkam
Trump Tolak Bahas Detail Operasi Penyelamatan Jet AS yang Ditembak Iran