Iran Ajukan Empat Syarat ke AS untuk Hentikan Perang di Timur Tengah

- Rabu, 01 April 2026 | 20:30 WIB
Iran Ajukan Empat Syarat ke AS untuk Hentikan Perang di Timur Tengah

Iran Ajukan Empat Syarat ke AS untuk Hentikan Perang di Timur Tengah

MOSKOW – Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sudah berjalan lebih dari sebulan. Sejak 28 Februari, situasi di Timur Tengah terus memanas tanpa tanda-tanda akan berakhir. Nah, dalam perkembangan terbaru, Iran secara resmi menyodorkan sejumlah tuntutan kepada Washington sebagai jalan keluar.

Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menyampaikan poin-poin itu dalam wawancara dengan kantor berita Tass. Menurutnya, syarat pertama dan paling mendasar adalah penghentian total agresi serta segala bentuk aksi terorisme. “Harus tuntas dan menyeluruh,” tegasnya.

“Kedua, harus ada jaminan yang obyektif dan bisa dipercaya agar agresi serupa tidak terulang di masa depan,” lanjut Jalali.

Ia kemudian merinci tuntutan ketiga.

“Ketiga, kompensasi penuh atas kerugian materiil dan moral.”

Pernyataan itu disampaikannya pada Rabu (1/4/2026) lalu. Adapun syarat terakhir menyangkut kedaulatan Iran di perairan vital. Tehran meminta penghormatan terhadap yurisdiksi hukumnya di Selat Hormuz, yang mereka anggap sebagai langkah kunci untuk menjaga keamanan maritim internasional.

Di sisi lain, Jalali tak lupa menyampaikan apresiasi. Ia mengucapkan terima kasih kepada Rusia dan beberapa negara lain yang telah berupaya menjadi mediator dalam konflik ini.

“Meskipun sangat menghargai peran dan upaya para mediator, kami yakin bahwa perdamaian hanya bergantung pada pemenuhan kewajiban-kewajiban tersebut.”

Republik Islam Iran, begitu penegasannya, selalu terbuka untuk setiap usaha yang konstruktif dan tulus demi stabilitas kawasan. Namun begitu, nada peringatan juga tak absen. Jalali menegaskan bahwa jika perang terus berlanjut, Iran tidak akan tinggal diam.

Negara itu akan terus menggunakan haknya untuk membela diri – sampai ancaman itu benar-benar hilang dari akarnya. Sebuah sinyal yang jelas bahwa jalan diplomatik masih terbuka, tapi dengan prasyarat yang ketat, sementara opsi militer tetap di atas meja.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar