Rabu kemarin, kabar besar datang dari dunia teknologi. OpenAI, si raksasa di balik ChatGPT, baru saja mengunci putaran pendanaan yang benar-benar fantastis. Angkanya? USD122 miliar, atau kalau dirupiahkan, tembus Rp2.070 triliun. Ini disebut-sebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Silicon Valley.
Valuasi perusahaan pun ikut melambung tinggi, mencapai USD852 miliar. Bayangkan, hampir Rp14.500 triliun. Dana segunung itu dikumpulkan dengan dipimpin oleh nama-nama besar seperti Microsoft, Nvidia, Amazon, dan SoftBank.
Menariknya, angka final ini lebih tinggi dari komitmen awal yang diumumkan bulan Februari lalu, yang 'hanya' USD110 miliar. Lalu, dari mana tambahan USD12 miliar itu? Ternyata, OpenAI memperluas jaringannya. Mereka melibatkan kelompok investor yang lebih beragam, bahkan untuk pertama kalinya membuka kesempatan bagi investor individu lewat saluran perbankan. Dari saluran ini saja, terkumpul lebih dari USD3 miliar.
Di sisi lain, performa bisnisnya juga tak kalah mencengangkan. OpenAI mengklaim bisa meraup pendapatan hingga USD2 miliar setiap bulannya. Memang, tahun lalu mereka masih merugi meski pendapatan tahunannya mencapai USD13,1 miliar. Tapi dengan basis pengguna yang begitu masif, prospeknya terlihat cerah.
ChatGPT sendiri sudah dipakai oleh lebih dari 900 juta orang secara mingguan. Pelanggan berbayarnya pun tidak main-main, lebih dari 50 juta akun.
Namun begitu, jalan mereka tidak sepenuhnya mulus. Persaingan di pasar AI kini semakin sengit. Anthropic, lewat Claude Code-nya, disebut-sebut sudah mendominasi sektor alat pengkodean. Merespons hal ini, OpenAI dikabarkan mempersempit fokus ke produk untuk pengkodean dan pelanggan korporat.
Beberapa penyesuaian produk pun dilakukan. Aplikasi video Sora yang berdiri sendiri ditutup, dan rencananya kemampuan video akan diintegrasikan langsung ke dalam ChatGPT. Sementara itu, Codex, agen pengkodean andalan mereka, menunjukkan pertumbuhan pesat. Pengguna mingguannya melonjak lima kali lipat dalam tiga bulan, kini melayani lebih dari 2 juta pengguna.
Di tengah semua ini, mereka juga punya senjata baru: GPT-5.4. Model teranyar ini digadang-gadang sebagai yang paling mumpuni sejauh ini. API-nya diklaim mampu memproses lebih dari 15 miliar token per menit angka yang sulit dibayangkan.
Ke depan, mereka sedang membangun sebuah aplikasi AI terpadu. Ambisinya, menyatukan semua kemampuan seperti ChatGPT, Codex, hingga penelusuran dalam satu antarmuka tunggal. Kalau jadi, ini akan menjadi platform yang sangat powerful.
Dan yang bikin banyak orang menunggu, kabarnya IPO atau penawaran saham perdana perusahaan ini diproyeksikan bakal terjadi sebelum tahun ini berakhir. Menurut laporan Wall Street Journal, akhir tahun adalah targetnya. Jika itu terjadi, ini akan menjadi salah satu momen terpenting di pasar teknologi dalam dekade terakhir.
Artikel Terkait
Gangguan Transmisi Akibat Cuaca Buruk Picu Padam Listrik Massal di Sejumlah Wilayah Sumatera
Bank bjb Raih Lima Penghargaan Digital Brand di Ajang Infobank-Isentia 2026
Kemenag Jelaskan Hukum Kurban: Sunnah Muakkad bagi Mampu, Wajib Menurut Mazhab Hanafi
Polisi Tangkap Perempuan yang Ambil Ponsel Korban di Bilik Photobox Cempaka Putih, Satu Pelaku Masih Diburu