Lebih detail, Andik mengungkapkan bahwa saat itu ia mendapat tawaran konkret dari DC United, klub MLS Amerika Serikat. Menariknya, tawaran itu datang melalui Erick Thohir.
"Erick Thohir tanya saya dan agen saya, kata beliau pelatih DC United mau dengan saya, tapi tidak langsung tim utama,”
jelasnya.
Sayangnya, nilai gaji yang ditawarkan DC United saat itu hampir sama dengan yang ia terima dari Persebaya Surabaya. Di sisi lain, Selangor datang dengan penawaran yang jauh lebih menggiurkan: gaji dua kali lipat. Logika finansial jangka pendek pun menang.
"Habis itu saya lihat nilainya (gaji) sama dengan Persebaya, sedangkan Selangor kasih saya dua kali lipat, makanya saya pilih Selangor,"
tandas Andik.
Kini, ia pasti memikirkan bagaimana nasib kariernya seandainya dulu memilih tantangan di Amerika atau Jepang. Bisa jadi, jalannya akan berbeda. Bisa jadi, ia akan melesat lebih tinggi. Itulah penyesalan yang mungkin akan terus melekat: sebuah pilihan yang mengubah segalanya.
Artikel Terkait
Aplikasi X Lumpuh Total, Ribuan Pengguna Global Terdampak
Harga Referensi Ekspor CPO Naik 5,5% Jadi USD989,63 per Ton
Dua Bocah Berblangkon Deg-degan Saat Serahkan Bunga untuk Presiden Prabowo di Seoul
Rosan Roeslani: Efisiensi Energi BUMN Tak Ganggu Layanan, Justru Pacu Investasi EBT