“Hubungan ekonomi kedua negara telah terjalin selama puluhan tahun, ditandai dengan partisipasi kuat perusahaan-perusahaan Jepang di berbagai sektor ekonomi Indonesia. Jepang juga secara konsisten mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.”
Fakta di lapangan berbicara. Saat ini, Jepang memang salah satu investor asing terbesar di tanah air. Fokus mereka beragam, mulai dari manufaktur seperti otomotif dan elektronik, sampai ke infrastruktur dan properti. Kehadiran mereka sudah mendarah daging.
Di sisi lain, Prabowo juga menegaskan sikap Indonesia yang tetap terbuka. Terbuka untuk investasi dan kerja sama ekonomi dengan berbagai mitra global. Prinsipnya tetap, politik luar negeri bebas aktif. Dalam pandangannya, situasi geopolitik global saat ini justru menguji ketangguhan diplomasi.
“Situasi geopolitik global saat ini menunjukkan bahwa negara-negara yang mampu menjaga hubungan baik dengan semua pihak, baik dengan negara tetangga maupun kekuatan besar dunia, sejatinya tengah menjalankan kebijakan yang rasional dan bijaksana,” tuturnya.
“Dalam konteks ini, Indonesia memandang hubungan dengan Jepang sebagai hal yang sangat penting.”
Jadi, kerja sama senilai ratusan triliun ini bukan sekadar angka. Ia adalah pernyataan politik, sekaligus komitmen ekonomi di tengah peta dunia yang terus berubah.
Artikel Terkait
Menteri Luar Negeri Beri Penghormatan Tertinggi untuk Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Shin Tae-yong Unggah Momen Syuting TV Saat Timnas Indonesia Kalah dari Bulgaria
Stok Beras Pemerintah Capai Rekor 4,3 Juta Ton, Harga Terkendali
Pemerintah Belum Ubah Batas Harga Tiket Pesawat Meski Tekanan Biaya Operasional Meningkat