Cair Kapan? Menko AHY Bocorkan 2 Skema Baru untuk Lunasi Utang Kereta Cepat Whoosh

- Selasa, 21 Oktober 2025 | 06:50 WIB
Cair Kapan? Menko AHY Bocorkan 2 Skema Baru untuk Lunasi Utang Kereta Cepat Whoosh

Menko AHY Siapkan Dua Skema untuk Lunasi Utang Kereta Cepat Whoosh

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sedang mengembangkan dua opsi pendanaan untuk menyelesaikan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh. Langkah ini diambil setelah Menteri Keuangan menolak penggunaan dana APBN sebagai solusi pembiayaan.

Dua Opsi Pembiayaan Utang Whoosh

AHY mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan sejumlah alternatif pendanaan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. "Kami masih terus mengembangkan sejumlah opsi. Semuanya masih dihitung dan dikaji," tegas AHY usai sidang kabinet paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025).

Pembahasan opsi pendanaan ini dilakukan dalam rapat koordinasi yang melibatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Kemenko Infrastruktur secara intensif mengundang Kementerian Perhubungan, PT KAI (Persero), dan BPI Danantara untuk mencari solusi terbaik.

Restrukturisasi Utang dan Skema APBN

Menurut AHY, saat ini terdapat dua alternatif utama yang sedang dikaji mendalam. Opsi pertama adalah restrukturisasi utang melalui BPI Danantara, sementara opsi kedua adalah kontribusi pembiayaan dari Kementerian Keuangan melalui skema tertentu di APBN.

Penyelesaian utang Whoosh menjadi prioritas penting karena pemerintah juga sedang merencanakan pengembangan rute kereta cepat hingga Surabaya. "Masalah ini perlu segera diselesaikan agar tidak menghambat pengembangan jaringan transportasi cepat di masa depan," jelas AHY.

Kondisi Keuangan Proyek Whoosh

Beban utang KCJB Whoosh tercatat cukup signifikan. Laporan keuangan PT KAI (Persero) menunjukkan bahwa entitas anaknya, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), mencatat kerugian hingga Rp 4,195 triliun sepanjang tahun 2024.

Kerugian ini setara dengan Rp 11,493 miliar per hari dan masih berlanjut hingga tahun 2025. Hingga semester I-2025, PSBI telah membukukan kerugian sebesar Rp 1,625 triliun.

Komposisi Kepemilikan Saham PSBI

Sebagai pemimpin konsorsium, PT KAI memegang porsi saham terbesar di PSBI sebesar 58,53%. Pemegang saham lainnya meliputi Wika dengan kepemilikan 33,36%, Jasa Marga sebesar 7,08%, dan PTPN VIII sebesar 1,03%.

AHY menegaskan bahwa pemerintah masih menunggu arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto sambil terus menyiapkan opsi terbaik yang berkelanjutan. Harapannya, setelah masalah utang Whoosh terselesaikan, pengembangan kereta cepat Jakarta-Surabaya dapat segera direalisasikan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar