“Sekaligus memperkuat posisi kita sebagai negara berdaulat yang aktif jaga perdamaian kawasan.”
Optimisme itu penting, tapi harus dibarengi langkah nyata. “Optimisme ini harus jadi pegangan,” imbuhnya, “bahwa lewat kerja sama dan strategi tepat, Indonesia bisa hadapi tantangan global dengan keyakinan penuh.”
Sebelumnya, penjelasan resmi datang dari Jubir Kemlu RI, Yvonne Mewengkang. Dia menyebut sinyal positif Iran itu datang setelah koordinasi intensif antara Kemlu, KBRI Tehran, dan Pertamina dengan pihak Iran.
“Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz,” tutur Yvonne dalam keterangan Sabtu lalu.
Tapi izin saja tak cukup. Yvonne menambahkan, Pertamina masih harus menyiapkan berbagai kebutuhan teknis. Mulai dari perlindungan asuransi hingga kesiapan kru kapal, sebelum benar-benar melintas.
“Diperlukan kesiapan teknis oleh pihak Pertamina sebelum ditindaklanjutinya tanggapan positif dari pemerintah Iran tersebut,” ucapnya.
Kemlu dan KBRI Tehran, kata dia, akan terus memantau dan berkoordinasi. Tujuannya satu: memastikan kedua kapal itu bisa melintas dengan selamat, meninggalkan ketegangan Selat Hormuz di belakang mereka.
Artikel Terkait
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon Selatan, Indonesia Kecam Keras
Indonesia dan Jepang Resmikan Kerja Sama Formal Bidang Pariwisata
Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun, Angka Kematian Anjlom 31 Persen
Harga Cabai dan Daging Turun Signifikan di Awal Pekan