Ada secercah kabar baik dari Selat Hormuz yang sempat mencekam. Pemerintah Iran, menurut keterangan Kemlu RI, akhirnya memberi lampu hijau untuk dua kapal Pertamina yang sempat tertahan. Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menyambut sinyal positif ini. Tapi, jangan dulu bertepuk tangan. Dave punya pesan keras untuk pemerintah: jangan sampai terlena.
“Keberhasilan diplomasi ini membuktikan bahwa komunikasi aktif dengan Iran bisa membuahkan solusi nyata,” ujar Dave, dihubungi Senin lalu.
Namun begitu, dia langsung menegaskan, “Indonesia tidak boleh berhenti pada satu capaian saja.”
Memang, situasinya belum sepenuhnya aman. Sejak akhir Februari, setelah serangan AS dan Israel, Iran hampir menutup total selat strategis itu. Kacau balau. Pasar energi global gonjang-ganjing, ratusan kapal terjebak, termasuk milik kita. Itu fakta yang bikin was-was.
Nah, menurut Dave, momentum ini justru harus jadi pemicu. Pemerintah perlu menyiapkan strategi berlapis, antisipasi segala kemungkinan agar pasokan energi dalam negeri tetap terjaga. Dia mendesak diversifikasi pasokan energi jadi prioritas utama.
“Dengan strategi yang berlapis, kita bukan cuma bisa atasi tantangan sekarang,” jelasnya, “tapi juga perkuat ketahanan energi bangsa untuk masa depan.”
Di sisi lain, langkah diplomasi harus terus digenjot. Dave mendorong pemerintah untuk bersikap tegas dan bersahabat, tapi orientasinya harus jelas: kepentingan nasional di atas segalanya. Kerja sama bilateral yang tepat, menurutnya, kunci menjaga stabilitas.
“Dengan keseimbangan antara lobi internasional dan kesiapan cadangan energi, Indonesia bisa jaga stabilitas pasokan,” kata Dave.
Artikel Terkait
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon Selatan, Indonesia Kecam Keras
Indonesia dan Jepang Resmikan Kerja Sama Formal Bidang Pariwisata
Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun, Angka Kematian Anjlom 31 Persen
Harga Cabai dan Daging Turun Signifikan di Awal Pekan