Harga minyak dunia kembali meroket di akhir pekan lalu. Kekhawatiran pasar makin menjadi-jadi, terutama soal Selat Hormuz yang masih tertutup dan kecilnya harapan perdamaian cepat di kawasan itu. Situasinya memang mencemaskan.
Menjelang Sabtu dan Minggu, ketegangan justru makin terasa. Pasokan minyak global masih rentan terganggu, dan itu bikin semua orang waspada. Arlan Suderman, seorang analis senior di StoneX, bilang bayang-bayang perang masih sangat nyata dan mengintai para pelaku pasar.
Begitu kata Suderman dalam catatannya yang dilansir Dow Jones Newswires.
Ia ngomong, meski Presiden AS Donald Trump memberi waktu tambahan buat negosiasi dengan memperpanjang tenggat serangan ke Iran, pasar minyak tetap tak tenang. Mereka masih menambahkan premi risiko karena takut pasokan global bakal makin seret sebelum ada titik terang yang jelas. Menurut hitungan Suderman, dunia bisa kehilangan pasokan minyak sementara hingga 13 persen. Angka yang nggak main-main.
Dan Boston dari Polar Capital punya pandangan serius. Menurutnya, durasi penutupan Selat Hormuz adalah kunci masalah.
tegas Boston.
Artikel Terkait
Utang Negara Bukan Momok, Asal Dikelola untuk Belanja Produktif
Veda Ega Pratama Catat Lap Tercepat, Tapi Jatuh di Moto3 Amerika Serikat
Trump Klaim Negosiasi AS-Iran Melalui Pakistan Berjalan Sangat Baik
Diaspora Indonesia di Jepang Antusias Sambut Kunjungan Presiden Prabowo