Warga Puri Tenjo Geruduk Rumah Pelaku Diduga Investasi Sembako Bodong

- Senin, 30 Maret 2026 | 06:45 WIB
Warga Puri Tenjo Geruduk Rumah Pelaku Diduga Investasi Sembako Bodong

Kerumunan warga memenuhi jalan di Puri Tenjo, Kabupaten Bogor, Jumat siang lalu. Mereka bukan sedang mengadakan acara, melainkan menuntut keadilan. Rumah salah seorang warga digeruduk puluhan orang, didominasi ibu-ibu, yang merasa dirugikan oleh sebuah skema investasi bodong berkedok sembako.

Rekaman kejadian itu pun ramai beredar di media sosial. Dalam video yang viral itu, terlihat suasana tegang. Beberapa warga membawa karton bertuliskan protes. Di tengah kerumunan, tampak Kapolsek Tenjo Iptu Hendrik berusaha meredakan situasi dan mencegah aksi yang bisa berujung anarkis.

“Jadi saya dapat informasi ada demo di Puri Tenjo, warga demo geruduk rumah orang,” ujar Hendrik ketika dikonfirmasi pada Sabtu (29/3).

“Ketika saya cek ke lokasi ternyata itu warga yang diduga menjadi korban penipuan investasi sembako, minyak goreng dan gula pasir,” lanjutnya.

Menurut penjelasan Kapolsek, aksi warga ini terjadi karena pelaku diduga sudah kabur. Itulah yang memicu emosi. Hendrik dan anggotanya buru-buru mendatangi lokasi. Tujuannya jelas: menenangkan massa dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita ke sana supaya warga ini nggak anarkis,” katanya. “Khawatir ada penjarahan atau ada orang-orang yang memanfaatkan situasi. Alhamdulillah situasinya kondusif.”

Setelah diberi pengarahan tentang proses hukum, para korban akhirnya bersedia mengikuti prosedur. Mereka diajak ke Polsek untuk membuat laporan resmi. “Kalau kita biarkan atau kalau telat, mungkin sudah pada masuk rumah pelaku sampai berbuat anarkis,” imbuh Hendrik, menggambarkan betapa panasnya suasana saat itu.

Kini, rumah sang terduga pelaku telah dipasangi garis polisi. Polisi juga telah memulai penyelidikan. Dua orang saksi, termasuk seorang admin yang mengurusi investasi itu, telah diperiksa. Namun, jumlah korban sebenarnya masih mungkin bertambah.

“Kita belum pastikan juga jumlah korbannya karena bisa saja nanti bertambah,” tutur Hendrik. Kasus ini masih terus digulirkan, sementara warga Tenjo berharap pelaku segera dibawa ke meja hijau.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar