Sabtu lalu, kawasan Monas tampak berbeda. Keriuhan bukan datang dari para pelancong biasa, melainkan dari antrean panjang warga yang dengan sabar menunggu. Mereka ada di sana untuk mendapatkan bantuan pangan dari pemerintah, sebuah program bertajuk "Dari Istana untuk Rakyat" pasca Idulfitri tahun ini. Tak tanggung-tanggung, 100 ribu paket disiapkan untuk dibagikan.
Tujuannya jelas: menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban. Tapi, ada yang lebih menarik dari sekadar bagi-bagi sembako.
"Untuk satu kupon senilai Rp500 ribu, sebesar Rp300 ribu berupa sembako, sementara Rp200 ribu dapat ditukarkan dengan produk UMKM,”
Begitu penjelasan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, Minggu kemarin. Jadi, bantuan ini punya dua sisi. Satu untuk kebutuhan dasar, satunya lagi untuk menggerakkan roda ekonomi para pelaku usaha mikro.
Menurut Teddy, ini momentum yang pas. Pasca-lebaran, dorongan untuk perputaran ekonomi kecil itu penting. Makanya, pelaku UMKM jadi bagian inti dari bazar rakyat ini.
“Untuk menghidupkan UMKM-UMKM, pedagang-pedagang. Jadi ada pasar Tanah Abang, Pasar Senen, Pasar Ular, kemudian beberapa pasar lain se-Jabodetabek. Melalui Pak Menteri UMKM, Pak Maman, dibawa ke sini, mereka jualan, kita beli barangnya, kemudian masyarakat yang datang gratis diberikan kupon, kemudian mereka menukarkan kupon itu,”
Jadi skemanya cerdas. Pemerintah membeli produk UMKM terlebih dahulu, lalu masyarakat menukarkan kupon untuk produk tersebut. Uangnya berputar.
Lebih lanjut, Teddy menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi.
“Intinya konsepnya adalah, sebanyak mungkin masyarakat ingin merasakan kebahagiaan Lebaran, baik yang tidak bisa mudik, kemudian yang sudah kembali mudik, datang ke sini,”
Program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto ini melibatkan banyak pihak. Dari PT Berdikari, misalnya, yang menyuplai ayam karkas berkualitas dari RPHU milik mereka sebagai sumber protein.
“Sebagai BUMN peternakan, kami berkomitmen mendukung pemenuhan sumber protein hewani berkualitas guna mendorong peningkatan konsumsi protein masyarakat,”
Kata General Manager Corporate Secretary & Social Responsibility PT Berdikari, AS. Hasbi Al-Islahi.
Selain ayam, tentu saja ada bahan pokok lain. Beras, telur, minyak goreng, hingga sarden dari Bulog dan ID FOOD ikut melengkapi paket bantuan itu. Harapannya, beban dapur rumah tangga bisa sedikit terkurangi di periode pasca-lebaran seperti sekarang.
Di lapangan, suasana terasa hangat. Bukan sekadar transaksi, tapi ada nuansa kebersamaan. Seperti ingin memastikan bahwa euforia lebaran tak berakhir begitu saja ketika kembali ke rutinitas.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Harga Beras SPHP Tidak Naik Meski Dolar Menguat
Ledakan Petasan di Balon Udara Blitar Tewaskan Pemuda, Lukai Dua Anak
Prabowo Penuhi Undangan Macron ke Paris, Kunjungan yang Sempat Tertunda Kini Terlaksana
Penjualan Tiket Pelni Tembus 39.797 Selama Libur Iduladha, Bau-Bau dan Makassar Jadi Rute Favorit