Tidak hanya soal layanan, Menpar juga menengok etalase produk lokal di dalam bandara. Ia singgah ke Sarinah yang memajang aneka wastra, kerajinan tangan, sampai kuliner UMKM pilihan. Tenant lain seperti Bali Banana dan Falala Chocolate Bali turut dikunjungi, menunjukkan perhatian pada produk-produk khas daerah.
Di sisi lain, Nugroho Jati memberikan penjelasan lebih rinci. Berdasarkan data InJourney Airports, terjadi peningkatan signifikan pada jumlah penerbangan domestik selama periode Lebaran. Tepatnya naik 13,5 persen menjadi sekitar 2.417 penerbangan.
“Untuk periode Lebaran nanti akan ditutup 30 (Maret). Jadi untuk sementara H 2 adalah hari puncak arus balik untuk pesawat maupun untuk penumpang,”
kata Nugroho.
Ia menambahkan, puncak keramaian terjadi pada H-4 dan H-3 Lebaran, masing-masing dengan 205 penerbangan. Sementara untuk pascalebaran, tepatnya di H 2 (24 Maret), terjadi lonjakan penerbangan domestik sebesar 23,3 persen dengan total penumpang mencapai 33.782 orang.
Kunjungan kerja Menpar ini juga dihadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto. Secara keseluruhan, suasana di bandara terlihat lancar meski ramai, sebuah sinyal baik bagi pemulihan pariwisata Bali.
Artikel Terkait
Pertumbuhan Uang Beredar Melambat pada Februari 2026
Arus Balik Lebaran: 54 Ribu Kendaraan Padati Tol MBZ Menuju Jakarta Jelang Puncak
Prabowo Antar Anwar ke Bandara Naik Mobil yang Sama, Tunjukkan Keakraban Pribadi
Prabowo Janjikan Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen, DKI Dukung Penuh