Nah, rencana pembukaan koridor aman dengan tarif tol ini bikin industri pelayaran serba salah. Di satu sisi, ada tekanan untuk menyelamatkan kapal dan kargo yang terperangkap di Teluk Persia. Tapi di sisi lain, perusahaan pelayaran waswas. Mereka takut kena sanksi dari negara-negara Barat kalau terlihat "bekerja sama" dengan Iran. Belum lagi soal risiko keamanan yang masih menganga.
Padahal, menurut hukum internasional, kebebasan navigasi di selat vital semacam ini seharusnya dijamin. Namun begitu, realitas di lapangan seringkali lebih rumit dari teori.
Seorang anggota parlemen, yang namanya tidak disebutkan, mengonfirmasi percepatan pembahasan RUU ini kepada kantor berita Fars. Pekan depan disebut sebagai target penyelesaian.
Jika nanti benar diterapkan, kebijakan tol laut ini bisa jadi preseden baru. Dan dunia pasti akan menyaksikan dampaknya.
Artikel Terkait
Iran Klaim Kerahkan Satu Juta Pasukan Antisipasi Invasi Darat AS
Jamaika Kalahkan Kaledonia Baru 1-0, Lolos ke Final Path A Kualifikasi Piala Dunia
Menteri Keuangan Lantik Robert Leonard Marbun sebagai Sekjen Baru
Harga Bahan Pokok Naik Jelang Akhir Pekan, Beras dan Bawang Merah Melonjak