Pembiayaan BSI Tembus Rp323 Triliun, Bisnis Emas Jadi Penggerak Utama

- Jumat, 27 Maret 2026 | 07:15 WIB
Pembiayaan BSI Tembus Rp323 Triliun, Bisnis Emas Jadi Penggerak Utama

Soal digital, superapps BYOND by BSI sudah dipakai 6,3 juta pengguna dengan total transaksi mencapai 125,4 juta. Di sisi intermediasi, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 14,76 persen menjadi Rp366 triliun, didorong kenaikan tabungan sebesar 16,06 persen. Ini bisa dibaca sebagai sinyal kepercayaan masyarakat yang semakin baik.

Likuiditas mereka tetap terjaga dengan Financing to Deposit Ratio (FDR) di level 88,20 persen. Fee based ratio pun ikut naik ke 24,59 persen. Singkatnya, struktur pendapatan BSI makin seimbang antara margin dan komisi, yang tentu memperkuat ketahanan bisnis di tengah gejolak pasar.

Ke depan, BSI tampak optimis. Mereka yakin bisa pertahankan pertumbuhan yang sehat sepanjang 2026, dengan mengandalkan ekosistem syariah, transformasi digital, dan tentu saja, bisnis emas yang masih jadi andalan.

Di luar angka-angka bisnis, BSI juga terlibat dalam sejumlah program sosial. Mereka berkontribusi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), antara lain dengan menyediakan virtual account dan pembiayaan pembangunan dapur senilai Rp194,50 miliar untuk 145 lokasi.

Dukungan pada program pemerintah juga berjalan. BSI mendorong realisasi koperasi KDMP. Hingga Februari 2026, penyaluran KUR mereka capai Rp1,65 triliun. Untuk program rumah subsidi FLPP, realisasinya Rp94,82 miliar untuk 582 unit rumah, sementara penyaluran KPP di angka Rp259 miliar.

Semua capaian ini, pada akhirnya, menggambarkan sebuah bank yang tak hanya mengejar pertumbuhan finansial, tapi juga berusaha menyelaraskannya dengan dampak sosial yang lebih luas.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar