"Tujuannya untuk menjaga kelancaran dan meminimalkan potensi kemacetan parah di sepanjang Trans Jawa," tambah Ria.
Kalau kita lihat datanya lebih jauh, peningkatan sebenarnya sudah terasa sejak hari H Lebaran. Pada periode 21 hingga 24 Maret, misalnya, tercatat 239.383 kendaraan yang melintasi GT Cikampek Utama menuju Jakarta. Jumlah itu naik lebih dari dua kali lipat tepatnya 108,44% dibanding arus normal.
Secara keseluruhan, dalam rentang H-10 sampai H 3 (11-24 Maret), pergerakan kendaraan dari Timur ke Jakarta melalui gerbang itu mencapai 415.448 unit. Ada kenaikan sekitar 6,45%.
Lalu, bagaimana dengan arus sebaliknya?
Ternyata, arus menuju Timur juga ikut ramai. Melalui GT Cikampek Utama yang sama, terpantau 184.146 kendaraan bergerak ke arah Jawa Tengah dan Timur. Itu artinya naik 65,88 persen. Jadi, bisa dibilang, jalan tol masih jadi pilihan utama masyarakat untuk mudik dan balik meski sesak.
Ria juga menyebut, peningkatan serupa terpantau di sejumlah ruas tol lain yang dikelola grup JTT di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tampaknya, puncak kepulangan tahun ini memang berlangsung lebih panjang dari perkiraan.
Artikel Terkait
Marshanda Dukung Proses Pencarian Jati Diri Putrinya Lepas Hijab
Justin Hubner Tiba, Pelupessy dan Tjoe A-On Masih dalam Perjalanan Jelang Laga Timnas
Kemnaker Perintahkan Pengawasan Ketat untuk Tuntaskan Aduan THR
Justin Hubner: FIFA Series 2026 Ajang Pembuktian Kekuatan Timnas Indonesia