Di sisi lain, penerapan AI ini juga punya dampak besar di sisi infrastruktur. Mereka menggunakan model dari Google untuk memetakan sekitar 35 juta rumah dan jalur transportasi di seluruh Inggris. Peta digital ini memungkinkan para perencana teknis mengidentifikasi titik-titik mana saja yang paling optimal untuk pemasangan kabel fiber optik. Proses yang dulu bisa makan waktu lama, kini bisa dipersingkat secara signifikan.
Semua ini adalah bagian dari investasi besar-besaran mereka. Openreach diketahui menggelontorkan dana hingga 15 miliar poundsterling atau setara Rp340 triliun untuk menyediakan jaringan serat optik ke 25 juta lokasi. Targetnya, semua itu harus selesai pada akhir tahun 2026. Tampaknya, mereka serius ingin mengejar ketertinggalan dan membawa koneksi super cepat ke lebih banyak rumah warga.
Kerja sama dengan raksasa teknologi seperti Google menunjukkan bagaimana transformasi digital benar-benar menyentuh hal-hal yang sangat fisik, seperti pemasangan kabel dan pengaturan rute kendaraan. Bukan cuma soal software, tapi dampaknya terasa di jalanan.
Artikel Terkait
Friderica Widyasari Dewi Resmi Dilantik sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK Periode 2026-2032
Pemerintah Rampungkan Skema WFH untuk ASN, Tunggu Pengumuman Resmi
Gus Yaqut Diperiksa KPK sebagai Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji
KPK Periksa Gus Yaqut Kembali untuk Percepat Penyidikan Kasus Kuota Haji