Para pelaku di balik peristiwa Cikini akhirnya dijatuhi hukuman mati. Tapi, rentetan percobaan pembunuhan terhadap Bung Karno ternyata tidak berhenti di situ.
Lantas, apa salahnya? Pertanyaan itu bahkan terucap dari mulut Bung Karno sendiri, seperti ia tuturkan kepada Cindy Adams dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Ia membeberkan serangkaian percobaan nyawa yang dialaminya: mulai dari penembakan pesawat tempur Maukar, upaya pembunuhan saat sholat Idul Adha 1962, pencegatan di Cisalak, hingga penembakan di Makassar. Sebagai Presiden, nyawanya berkali-kali terancam.
"Apa kejahatanku? Mengapa mereka mencoba membunuh Sukarno?" tanyanya.
Pada masa itu, ada satu jawaban yang dianggap masuk akal oleh sebagian kalangan: karena Sukarno dinilai bukan Muslim yang patuh oleh kelompok tertentu. Itulah versi dari kelompok Islam garis keras pimpinan Kartosuwirjo, yang bercita-cita menggulingkan pemerintahan Pancasila dan mendirikan Negara Islam (Darul Islam).
Ironisnya, penyidikan aparat keamanan justru mengarah pada kesimpulan itu. Padahal, dalam banyak catatan sejarah, Bung Karno justru dikenal sebagai seorang muslim yang taat. Sebuah kontradiksi yang menyisakan tanda tanya besar dalam lembaran sejarah bangsa.
Artikel Terkait
Trump Sebut Perundingan dengan Pemimpin Iran Berikutnya, Teheran Bantah
Kemhan dan TNI Terapkan Efisiensi BBM untuk Antisipasi Gejolak Global
Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Halmahera Selatan, Belum Ada Laporan Kerusakan
Dubes Arab Saudi di Jakarta: Tak Akan Ragu Ambil Langkah Tegas Jika Kerajaan Terancam