Mobil Hadiah Raja Arab Saudi Jadi Saksi Bisu Peristiwa Granat Cikini

- Rabu, 25 Maret 2026 | 05:30 WIB
Mobil Hadiah Raja Arab Saudi Jadi Saksi Bisu Peristiwa Granat Cikini

Para pelaku di balik peristiwa Cikini akhirnya dijatuhi hukuman mati. Tapi, rentetan percobaan pembunuhan terhadap Bung Karno ternyata tidak berhenti di situ.

Lantas, apa salahnya? Pertanyaan itu bahkan terucap dari mulut Bung Karno sendiri, seperti ia tuturkan kepada Cindy Adams dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Ia membeberkan serangkaian percobaan nyawa yang dialaminya: mulai dari penembakan pesawat tempur Maukar, upaya pembunuhan saat sholat Idul Adha 1962, pencegatan di Cisalak, hingga penembakan di Makassar. Sebagai Presiden, nyawanya berkali-kali terancam.

"Apa kejahatanku? Mengapa mereka mencoba membunuh Sukarno?" tanyanya.

Pada masa itu, ada satu jawaban yang dianggap masuk akal oleh sebagian kalangan: karena Sukarno dinilai bukan Muslim yang patuh oleh kelompok tertentu. Itulah versi dari kelompok Islam garis keras pimpinan Kartosuwirjo, yang bercita-cita menggulingkan pemerintahan Pancasila dan mendirikan Negara Islam (Darul Islam).

Ironisnya, penyidikan aparat keamanan justru mengarah pada kesimpulan itu. Padahal, dalam banyak catatan sejarah, Bung Karno justru dikenal sebagai seorang muslim yang taat. Sebuah kontradiksi yang menyisakan tanda tanya besar dalam lembaran sejarah bangsa.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar