Duka ternyata sudah lebih dulu dirasakan oleh sebagian keluarga. Seperti yang diungkapkan Mulyati, salah satu keluarga korban selamat. Ia mengaku punya firasat buruk sebelum rombongan berangkat.
"Awalnya saya sudah melarang adik saya untuk ikut ke Tasikmalaya. Perasaan saya gelisah terus, tidak tenang," kenangnya.
Suaranya tercekat, matanya berkaca.
"Ternyata selang beberapa jam kemudian saya justru mendapat kabar duka ini."
Saat ini, Satlantas Polres Majalengka masih menyelidiki kecelakaan tunggal yang merenggut enam nyawa ini. Dugaan sementara, minibus mengalami rem blong sebelum akhirnya terjun bebas ke dalam parit. Yang kini dinantikan keluarga adalah kepastian bahwa biaya perawatan dan pemulangan jenazah segera ditanggung pihak terkait. Harapan kecil di tengah nestapa yang begitu besar.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran 2026: Tiket KAI Ludes 96,5%, Okupansi Lampaui 150%
Meta Didenda Rp 6,3 Triliun Atas Pembahayaan Kesehatan Mental Anak
Kapolri Perintahkan Antisipasi Cuaca Ekstrem di Jalur Penyeberangan Saat Arus Balik Lebaran
Harga BBM di Jakarta Tetap Stabil Pasca-Lebaran 2026