Hingga 23 Maret, Jasa Raharja sendiri sudah menyalurkan santunan Rp10,45 miliar lewat program Zero Pending Claim. Program ini memang dirancang agar proses klaim cepat dan transparan, tanpa penundaan.
Kapolri Sigit Prabowo kemudian menambahkan imbauannya. Ia meminta masyarakat memanfaatkan semua fasilitas yang disediakan, mulai dari pos pelayanan hingga rest area. Ia juga mengingatkan soal opsi transportasi kereta api dan kebijakan work from anywhere (WFA) yang diberlakukan pemerintah untuk mengurangi beban jalan raya.
"Masyarakat yang melaksanakan arus balik kami harapkan tetap menjaga keamanan dan keselamatan. Manfaatkan seluruh fasilitas yang disediakan," kata Sigit.
Soal rest area, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberi perhatian khusus. Ia mengungkap prediksi mengerikan: kendaraan di puncak arus balik bisa mencapai 285 ribu unit. Makanya, beberapa rest area seperti 62B dan 52B akan dikelola dengan sistem buka-tutup bergantian agar tidak overflow. Masyarakat diminta bijak menggunakannya.
Namun begitu, keselamatan bukan cuma soal jalanan yang lancar. Faktor pengemudi sendiri seringkali jadi penentu. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin angkat bicara soal ini. Pemerintah sudah menyiapkan pos-pos cek kesehatan gratis buat para sopir.
"Kami mengimbau pengemudi untuk beristirahat setiap tiga jam di rest area. Pengemudi yang mengantuk dan kelelahan merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan," pesan Budi.
Jadi, intinya sih semua sudah disiapkan. Mulai dari rekayasa lalu lintas skala besar, fasilitas pendukung, hingga imbauan kesehatan. Tinggal bagaimana kesadaran dan kedisiplinan para pemudik sendiri di jalan. Perjalanan panjang menuju rumah usai Lebaran memang melelahkan, tapi dengan persiapan matang, tiba dengan selamat pasti bisa diwujudkan.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Rebut Podium Moto3 Brasil di Lap Terakhir
Dubes Israel Tegaskan Serangan ke Iran Akan Berlanjut, Tolak Dialog AS-Iran
Pengamat Usulkan Ganjil Genap di Jalur Non-Tol untuk Antisipasi Macet Arus Balik 2026
Trump Klaim Negosiasi Rahasia dengan Iran untuk Kendalikan Selat Hormuz