Kemacetan di jalur non-tol saat arus balik Lebaran kerap jadi cerita yang sama setiap tahun. Trubus Rahardiansah, pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, punya usulan konkret untuk mengurai masalah ini di tahun 2026 mendatang. Menurutnya, sudah saatnya kebijakan ganjil genap tak cuma berlaku di jalan tol, tapi juga diterapkan di jalan arteri yang terkenal macet parah.
“Yang belum ada solusinya, harusnya itu yang di daerah,” ujar Trubus kepada Metrotvnews.com, Selasa lalu.
Ia memberi contoh rute seperti Jakarta menuju Tasikmalaya atau Cilacap. “Itu enggak ada tol. Itu sengsara, itu. Nah, itu harusnya pemerintah menerapkan ganjil genap di sana.”
Selama ini, rekayasa lalu lintas memang lebih banyak terpusat di ruas tol Trans Jawa. Mulai dari sistem satu arah, contraflow, hingga aturan plat nomor. Hasilnya? Jalan-jalan di daerah seolah jadi anak tiri, penanganannya belum optimal.
“Cuma persoalannya, itu hanya berlaku untuk yang di Transjawa,” ungkapnya.
Selain usulan ganjil genap, Trubus juga menyoroti perlunya pengaturan waktu yang lebih ketat. Ia menyarankan pemisahan jadwal operasional antara kendaraan roda dua dan roda empat. Misalnya, hari ini untuk motor, besok baru giliran mobil, lalu diselang-seling seperti itu. Tapi untuk mobilnya sendiri, tetap dikenakan aturan ganjil genap.
Artikel Terkait
Kemhan dan TNI Terapkan Efisiensi BBM untuk Antisipasi Gejolak Global
Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Halmahera Selatan, Belum Ada Laporan Kerusakan
Dubes Arab Saudi di Jakarta: Tak Akan Ragu Ambil Langkah Tegas Jika Kerajaan Terancam
Herdman Targetkan 80 Ribu Penonton Dukung Debutnya di SUGBK