Kementerian Agama bersama Kementerian Haji dan Umrah dikabarkan tengah menyusun berbagai opsi. Salah satunya, ya, menunda pemberangkatan jika situasi dinilai benar-benar membahayakan.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengonfirmasi hal ini.
"Kalau kemudian membahayakan jemaah misalnya, membahayakan keselamatan, maka skenario untuk menunda (keberangkatan) bisa jadi muncul, apabila keselamatan warga negara kita terancam," kata Dahnil pada Selasa pekan lalu.
Langkah ini tentu tidak diambil sembarangan. Pembahasan masih berlangsung dengan DPR, sambil menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden Prabowo Subianto. Prabowo sendiri disebut meminta semua skenario disiapkan, agar pemerintah tidak kelabakan jika kondisi geopolitik memburuk.
Jadi, bagaimana kelanjutannya? Pemerintah memastikan keputusan final akan diambil setelah melihat perkembangan terbaru. Evaluasi dilakukan terus-menerus, mengikuti laporan diplomatik dan kondisi di lapangan.
Pada akhirnya, jika situasi dianggap aman, pemberangkatan akan berjalan normal sesuai jadwal. Tapi jika risiko konflik meningkat dan ancamannya nyata, opsi penundaan tetap terbuka. Semuanya demi satu hal: keselamatan jemaah.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis di FIFA Series, Herdman Ingat Perlawanan Alot Lawan
Bocah 6 Tahun Tewas Tenggelam di Pantai Gratis Singkawang
Ledakan Misterius Guncang Kawasan Utara Beirut, Diduga dari Rudal Pencegat
Angin Puting Beliung di Sabu Raijua Robohkan Gudang, Kerugian Capai Rp520 Juta