Nah, yang menarik, beberapa daerah justru punya progres lebih cepat dari rata-rata nasional. Kabupaten Sragen, misalnya, disebut-sebut punya perkembangan konstruksi yang cukup signifikan. Mereka bergerak lebih cepat dibandingkan daerah lain.
Di sisi lain, tentu saja ada tantangan. Kementerian PU mengakui masih ada kendala teknis di lapangan yang harus diatasi. Mulai dari persoalan lahan, akses menuju lokasi, sampai urusan pengiriman material. Makanya, koordinasi dengan pemda terus dikebut biar semua berjalan mulus dan tepat waktu.
Lalu, seperti apa wujud sekolahnya nanti? Rancangannya cukup ambisius. Setiap kawasan pendidikan terpadu ini akan dibangun di lahan seluas 5 hingga 10 hektar. Bukan cuma ruang kelas biasa, tapi ruang kelas berbasis teknologi. Lengkap dengan laboratorium keterampilan, perpustakaan, dan pusat pembelajaran digital. Bahkan, disiapkan juga asrama untuk siswa dan guru.
Fasilitas pendukungnya juga dipikirkan matang. Ada kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, sampai ruang untuk kegiatan ekstrakurikuler. Mereka juga menyisipkan ruang terbuka hijau. Tujuannya jelas: menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya canggih, tapi juga nyaman dan menyeluruh bagi para pelajar.
Semoga saja targetnya tercapai.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran: Ratusan Mobil Berplat B Antre di Pelabuhan Bakauheni
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Cipali, Sistem Satu Arah Diberlakukan
Keluarga Ungkap Anggi, Cucu Mpok Nori, Alami Tiga Kali Keguguran Sebelum Tewas
ASDP Catat Lonjakan Penumpang Hingga 5,4% di Arus Mudik Lebaran 2026