Arini dari Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua membenarkan tingginya animo ini.
“Rinciannya, wisatawan domestik mencapai 5.273 orang dan wisatawan mancanegara sebanyak 93 orang,” ujarnya, Senin itu.
Angkanya cukup mencengangkan. Hanya sampai tengah hari saja, pengunjung sudah mencapai 5.366 orang. Dan itu baru hari pertama. Di hari kedua Lebaran, jumlahnya malah melonjak jauh lebih tinggi, mencapai 12.689 orang yang memadati kawasan sejak pagi hingga sore.
Nah, biar makin seru, pengelola juga ngasih hiburan tambahan. Ada program Bale Keroncong Santana yang digelar tanggal 22 dan 23 Maret sore hari. Kemudian, masih ada lagi kegiatan komunitas yang dijadwalkan berlangsung pada 24 dan 25 Maret.
Jadi, dengan paduan sejarah, hiburan budaya, dan kuliner khas, Kota Tua Jakarta memang tetap jadi pilihan utama selama libur Lebaran. Tempat ini lebih dari sekadar destinasi; ia seperti ruang hidup di mana keluarga bisa menghabiskan waktu bersama, sambil menyentuh sedikit jejak masa lalu ibukota.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran: Ratusan Mobil Berplat B Antre di Pelabuhan Bakauheni
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Cipali, Sistem Satu Arah Diberlakukan
Keluarga Ungkap Anggi, Cucu Mpok Nori, Alami Tiga Kali Keguguran Sebelum Tewas
ASDP Catat Lonjakan Penumpang Hingga 5,4% di Arus Mudik Lebaran 2026