"Silakan manfaatkan work from anywhere tanggal 26, 27, 28 itu masih work from anywhere. Mungkin bisa kembali di tanggal 26, tanggal 27,"
ujarnya menambahkan.
Imbauan ini jelas bertujuan membagi gelombang pemudik. Dengan begitu, risiko kemacetan parah dan penumpukan kendaraan di titik-titik rawan bisa ditekan. Harapannya, perjalanan balik pun bisa lebih lancar dan aman untuk semua.
Artikel Terkait
Lebaran 2026: Ragunan Dibanjiri 72 Ribu Pengunjung di Hari Pertama Libur
Ragunan Dibanjiri 72 Ribu Pengunjung di Hari Pertama Libur Lebaran
Menhub Fokuskan Strategi Antisipasi Lonjakan Arus Balik 2026 di Bakauheni
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 51.015 Penumpang Tiba di Jakarta dalam Sehari