Takbiran di Jakarta: Gemerlap Perayaan dan Kisah Perempuan Perantau yang Pilih Tak Mudik

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:40 WIB
Takbiran di Jakarta: Gemerlap Perayaan dan Kisah Perempuan Perantau yang Pilih Tak Mudik

“Takut ditanya kapan menikah sih, makanya lebih memilih lebaran di sini,” ujar Lian, yang berusia 26 tahun, sambil tertawa ringan.

Ini adalah pertama kalinya mereka tidak mudik dan merayakan Idulfitri terpisah dari keluarga. Awalnya, tentu ada rasa sedih. Namun, gemuruh bedug dan banyaknya acara di Jakarta berhasil mengusir rasa itu. Mereka bahkan tidak janjian sebelumnya; kebetulan saja sama-sama memutuskan untuk tidak pulang kampung tahun ini.

Dengan jas hujan yang sudah disiapkan, ketiganya berencana menelusuri seluruh acara yang digelar Pemprov DKI. Gerimis? Bukan halangan berarti. Malam itu, bagi mereka, adalah tentang merayakan kebersamaan dengan cara yang berbeda, di kota yang tak pernah berhenti bergerak.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar