“ASDP juga bisa menyelenggarakan penyeberangan dengan baik. Pelabuhannya seperti ini kan tidak ada lagi eksekutif, semuanya sama,” tutur Dudy.
Di sisi lain, ada juga penyesuaian operasional kapal yang cukup signifikan. Kapal-kapal yang berangkat dari Merak menuju Bakauheni kini tak lagi menunggu lama di sana. Begitu sampai, mereka langsung berbalik arah kembali ke Merak. Logikanya sederhana: dengan pola seperti ini, proses bongkar muat penumpang dan kendaraan jadi jauh lebih cepat dan efektif.
“Kapal-kapal itu tidak akan menunggu di Bakauheni tapi akan langsung kembali. Jadi arusnya akan kita umpankan, alur penyebrangannya bisa dipercepat,” pungkas Menhub menutup penjelasannya.
Optimisme itu terpancar jelas. Meski arus masih akan memuncak, setidaknya fondasi pengaturannya sudah berjalan.
Artikel Terkait
Kesulitan Tiket, Pemudik Pilih Berangkat Lebih Awal Jelang Lebaran
Telkom dan Huawei Jalin Kerjasama Pengembangan Data Center di MWC Barcelona
Hashim Djojohadikusumo Tolak Tawaran Komersialisasi Lahan Negara untuk Apartemen Mewah
Bank Mandiri Pertahankan Gelar Best Trade Finance Provider, Transaksi Kopra Tembus Rp27.500 Triliun