WASHINGTON Di tengah hiruk-pikuk perang di Timur Tengah, penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, justru menyuarakan optimisme. Ia dengan tegas menyatakan ekonomi Amerika Serikat tetap kokoh, tak tergoyahkan oleh konflik yang melibatkan Iran. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa Washington siap menanggung biaya operasi militernya yang tidak kecil.
“Amerika tidak akan mengalami kerugian ekonomi akibat tindakan Iran,” tegas Hassett.
Ia melontarkan pernyataan itu dalam sebuah wawancara di program 'Face The Nation' CBS, Minggu lalu. Menurutnya, pasar keuangan sudah lebih dulu mengantisipasi gejolak ini. Alhasil, kekacauan tak terjadi. Yang menarik, Hassett mencatat bahwa harga energi di pasar berjangka bahkan terpantau masih rendah. Angka itu jauh dari bayangan menakutkan soal melonjaknya harga bahan bakar yang sempat beredar.
Padahal, kalau kita lihat angka yang beredar, pengeluaran AS tidak main-main. Konon, sekitar 12 miliar dolar AS telah dikucurkan hanya dalam dua pekan perang, sejak serangan pembuka bersama Israel akhir Februari lalu.
Angka sebesar itu diungkapkan Hassett sendiri saat didesak pembawa acara Margaret Brennan. Brennan sebelumnya menyodorkan isu bahwa AS mungkin telah menghabiskan 5 miliar dolar di pekan pertama saja. Hassett lalu mengonfirmasi data terbaru yang ia terima, yang jumlahnya bahkan lebih besar.
Artikel Terkait
Kebijakan WFA Jelang Lebaran Turunkan Jumlah Penumpang Commuter Line 29 Persen
Output Industri China Tumbuh 6,3% di Awal 2026
KPK Buka Peluang Jerat Pelaku Swasta dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Lebaran 2026: 40 Ribu Pemudik Berangkat dari Stasiun Senen dan Gambir di Hari Puncak