“Kami akan mengabaikan semua batasan jika AS menyerang Pulau Kharg,” begitu bunyi ancaman mereka.
Lebih konkret lagi, komando militer gabungan Iran pada Sabtu (14/3/2026) menyatakan akan membalas dengan menargetkan semua infrastruktur minyak, ekonomi, dan energi milik perusahaan yang punya saham atau kerja sama dengan Amerika. Ancaman ini jelas bukan omong kosong.
Kalau benar-benar terjadi, harga minyak global dipastikan meroket jauh lebih tinggi dari sekarang. Bencana ekonomi global bisa terpicu. Negara-negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, yang sektor pariwisatanya sudah terpukul perang, akan merasakan dampak tambahan yang masif.
Selain Kharg, Iran masih punya pulau strategis lain di Teluk Persia. Ambil contoh Pulau Qeshm, yang dihuni sekitar 150.000 orang. Menlu Iran, Abbas Araghchi, menyebut AS menyerang fasilitas desalinasi di pulau itu pada 8 Maret. Fasilitas itu memasok air bersih ke 30 desa. Araghchi geram, dan menyebut serangan semacam ini sebagai “preseden berbahaya.”
Ketegangan di Teluk Persia makin panas. Setiap langkah sekarang punya konsekuensi yang luas, dan dunia menunggu dengan napas tertahan.
Artikel Terkait
Maarten Paes Cetak Clean Sheet, Bawa Ajax Hajar Sparta 4-0
Kevin Diks Puji Gol Spektakuler Stöger, Monchengladbach Bangkit Usai Dihajar Bayern
Iron Dome Kewalahan, Iran Klaim Punya Cadangan Rudal untuk Dua Tahun Perang
Iran Ajukan Dua Syarat Mutlak untuk Akhiri Perang di Timur Tengah