“Sehingga kemudian pada saat terjadi potensi lonjakan, semuanya sudah siap,” imbuhnya. Ia bahkan sudah mengecek langsung kemungkinan penambahan layanan kereta. “Di kereta tadi saya tanya apakah ada kereta tambahan, kalau ada lompatan dari KAI juga mempersiapkan.”
Oleh karena itu, instruksinya tegas. Pelayanan terbaik harus diberikan di segala lini, mulai dari sistem tiket, keamanan, hingga fasilitas kesehatan untuk para pemudik. Ini terutama crucial saat mendekati puncak arus mudik yang biasanya terjadi pada H-2 Lebaran.
Tak cuma soal kerumunan, keamanan lingkungan juga jadi perhatian. Sigit meminta patroli ditingkatkan di sekitar stasiun dan terminal. Bahkan, patroli di perumahan yang ditinggalkan penghuninya mudik perlu diperketat. Tujuannya jelas: meminimalisir celah kejahatan yang mungkin muncul selama periode libur panjang.
“Yang jelas pemerintah akan memberikan pelayanan terbaik dan semaksimal mungkin,” tuturnya menegaskan komitmen.
Harapannya, semua stakeholder terkait bisa bersinergi. Kerja sama itu kunci untuk menciptakan mudik yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat di tahun 2026 ini.
Artikel Terkait
Kebijakan WFA Jelang Lebaran Turunkan Jumlah Penumpang Commuter Line 29 Persen
Output Industri China Tumbuh 6,3% di Awal 2026
KPK Buka Peluang Jerat Pelaku Swasta dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Lebaran 2026: 40 Ribu Pemudik Berangkat dari Stasiun Senen dan Gambir di Hari Puncak