Yang bikin makin sulit, tawar-menawar yang kelewat ketat. Heriyah mengeluh, pembeli sering menawar dengan 'sadis', padahal margin keuntungan yang dia ambil sudah tipis sekali. Rasanya seperti gigit jari.
"Kita sudah harga obral kasih murah masih saja minta kurang. Jadi omzetnya itu yang kurang, kalau situasi pasar ramai, Sabtu-Minggu apalagi, tapi penjualan toko kita turun daripada yang (tahun) kemarin," jelasnya dengan nada sedikit frustrasi.
Di tengah situasi itu, ritme pasar tetap berjalan. Pusat Grosir Blok A rencananya akan tutup mulai Jumat, 20 Maret 2026, untuk libur Lebaran. Aktivitas baru akan kembali normal sekitar seminggu setelah hari raya.
Jadi, di balik keriuhan Tanah Abang yang legendaris itu, ada cerita lain yang lebih pelan: harapan dan perhitungan para pedagang yang sedang diuji oleh situasi.
Artikel Terkait
Elon Musk Siap Luncurkan Terafab, Pabrik Chip Raksasa Tesla dalam 7 Hari
Imsak Bogor Pagi Ini Pukul 04.33 WIB, Berikut Jadwal Salat Lengkap
KAI Tambah Titik Pemberhentian Kereta Mudik Lebaran di Stasiun Jatinegara
Iran Tegaskan Selat Hormuz Hanya Ditutup Selektif untuk Kapal Musuh