Kekalahan telak 0-3 dari Persis Solo pekan lalu benar-benar jadi tamparan keras buat Bali United. Laga di Stadion Manahan, Kamis (12/3/2026) itu, bikin banyak orang mengernyitkan dahi. Soalnya, siapa sangka tim papan bawah seperti Persis bisa membantai habis-habisan Serdadu Tridatu?
Tim Receveur, salah satu pilar di lini tengah, mengakuinya. "Kami sebenarnya sudah mempelajari lawan dalam beberapa latihan di minggu terakhir," ujar pemain asal Belanda itu.
"Namun yang terjadi situasi mengejutkan dengan hasil ini, di mana tuan rumah lebih menguasai pertandingan dengan efektif menjadi gol," tambahnya, seperti dikutip dari rilis resmi klub, Sabtu (14/3/2026).
Rasanya, kepercayaan diri mereka sempat membumbung tinggi. Sebelum bertandang ke Solo, Bali United baru saja meraih kemenangan dramatis 4-3 atas Arema FC. Momentum bagus itu seharusnya jadi modal. Tapi nyatanya, di hadapan sorakan ribuan pendukung Laskar Sambernyawa, performa mereka justru ambruk.
Receveur pun angkat bicara soal masalah utama yang menghantui skuad Johnny Jansen musim ini: inkonsistensi. Itu masalah klasik yang terus berulang. Menang satu pekan, kalah di pekan berikutnya. Pola yang melelahkan dan tentu saja merugikan posisi di klasemen.
Artikel Terkait
Ekonomi Indonesia Kuat Ditopang Konsumsi Domestik dan Utang Terkendali
Lebaran 2026: Lebih dari 638 Ribu Tiket Kereta Api Jarak Jauh Sudah Terjual
Pemerintah Andalkan Perjanjian Dagang ART sebagai Fondasi Hadapi Investigasi AS
KAI Siapkan 19 Perjalanan Tambahan Antisipasi Puncak Mudik Besok