JAKARTA – Mulai 28 Maret 2026 nanti, akses media sosial untuk anak di bawah 16 tahun akan ditunda. Kebijakan baru yang tertuang dalam PP Nomor 17 Tahun 2025 dan Permen Komdigi No. 9 Tahun 2026 ini, atau yang populer disebut PP TUNAS, dapat dukungan penuh dari Kementerian Agama.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, dukungan ini tak cuma soal aturan. Lebih dari itu, Kemenag ingin membangun fondasi karakter yang kuat bagi anak-anak di dunia digital. Sasaran utamanya adalah ekosistem pendidikan yang sangat besar di bawah Kemenag.
“Kemenag berkomitmen mendukung penuh semangat PP TUNAS untuk menjaga masa depan generasi emas Indonesia. Kami berfokus pada penguatan 'benteng' moral dan etika digital bagi anak-anak didik,”
ujar Menag usai menghadiri Rapat Koordinasi Implementasi PP TUNAS di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Rapat yang dipimpin Menkomdigi Meutya Hafid itu juga dihadiri sederet menteri Kabinet Merah Putih. Mulai dari Seskab Teddy Indra Wijaya, Mendagri Tito Karnavian, hingga Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Sebenarnya, persiapan sudah dimulai sejak tahun lalu. Kemenag telah melatih lebih dari 269 ribu tenaga pendidik, penyuluh, hingga da’i dalam hal literasi digital. Namun begitu, langkah ke depan akan lebih inovatif lagi.
Artikel Terkait
Persib Jaga Momentum Tak Terkalahkan Hadapi Borneo di Puncak Klasemen
Prabowo Ingatkan Pengelola Danantara Jaga Amanah Aset Rp 16.000 Triliun
InJourney Airports Siapkan 37 Bandara Hadapi Lonjakan 9 Juta Pemudik Udara Lebaran 2026
Ketua DPR Iran Tegaskan Tidak Ada Gencatan Senjata dengan AS dan Israel