Anggaran negara mulai bergerak cepat di awal 2026. Kementerian Keuangan melaporkan realisasi belanja pemerintah pusat sudah mencapai Rp346,1 triliun hingga akhir Februari. Angka ini tak lepas dari dorongan besar program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang serapannya fantastis: Rp39 triliun hanya dalam dua bulan.
Kalau dirinci, belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) menyumbang Rp155 triliun. Sementara itu, pos belanja Non-K/L justru lebih besar, mencatatkan angka Rp191 triliun.
Lonjakan paling dramatis terlihat pada belanja barang. Pos ini melambung 269,4 persen dari tahun sebelumnya, menjadi Rp67,6 triliun. Menurut penjelasan pejabat, kenaikan tajam ini adalah dampak langsung dari program MBG yang dikebut penyalurannya sejak Januari lalu.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, memberikan konfirmasi soal besaran anggaran MBG tersebut.
“Jadi dalam dua bulan, Januari dan Februari kira-kira MBG sudah sekitar Rp39 triliun,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa, Rabu (11/3).
Sebagai perbandingan, periode yang sama di tahun 2025 realisasinya hanya sekitar Rp0,3 triliun. Kini, pemerintah rata-rata menggelontorkan dana Rp19 hingga Rp19,5 triliun per bulan untuk program makan gratis ini. Perubahannya memang signifikan.
Tak cuma belanja barang, sektor infrastruktur pun dapat suntikan dana yang luar biasa. Belanja modal melesat 400,5 persen menjadi Rp15,3 triliun. Dana ini dipakai untuk membangun jalan, memperbaiki irigasi, memperkuat jaringan, dan pengadaan mesin semua bertujuan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Artikel Terkait
Kemenag Dukung Penuh Pembatasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 2026
Imsak di Bekasi 04.31 WIB, Kota Bekasi 04.32 WIB
Kapolri Tegaskan Sinergi TNI-Polri Kunci Jaga Stabilitas NKRI
Pemerintah Siapkan Tiga Skenario Keberangkatan Haji 2026 Antisipasi Konflik Timur Tengah