Di Istana Negara, Jakarta, suasana malam Selasa (10/3) terasa khidmat. Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung peringatan Nuzulul Quran tingkat kenegaraan. Acara yang digelar untuk memperingati turunnya Al-Quran pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW ini, menurut laporan Menteri Agama Nasaruddin Umar, dihadiri oleh 278 undangan.
“Yang terdiri dari para menteri di bawah koordinasi Kemenko PMK, ormas islam, perguruan tinggi, forkompimda, tokoh agama dan sejumlah anak yatim,” jelas Nasaruddin.
Setelah laporan itu, panggung kemudian diberikan kepada cendekiawan muslim Quraish Shihab. Sang mufassir menyampaikan hikmah sekaligus doa. Dalam paparannya, Shihab mengulas makna Al-Quran sebagai bacaan yang sempurna. Kesempurnaannya itu, katanya, terlihat jelas. Bahkan sampai diatur tata cara membacanya, yang melahirkan ilmu tajwid. Kitab suci ini, lanjutnya, bisa dibaca oleh siapapun, baik yang paham artinya maupun yang belum.
Tak lupa, dia juga menyelipkan doa khusus agar Presiden Prabowo diberikan kekuatan dalam memimpin Indonesia.
Usai penyampaian hikmah, Presiden Prabowo pun naik untuk memberikan arahan. Dia menyebut momen Nuzulul Quran sebagai kesempatan berharga untuk meresapi ajaran kitab suci. Suasana malam Ramadan ke-20 itu dia sambut dengan rasa syukur.
Artikel Terkait
OJK Cabut Izin BPR Koperindo Jaya, LPS Siap Lakukan Likuidasi
PSIM Bangga Kiper Cahya Supriadi Dipanggil Timnas oleh Herdman
Jasa Marga Pastikan Diskon 30% Tarif Tol Lebaran 2026 Tak Ganggu Kinerja
Persib Amankan Puncak Klasemen Usai Bungkam Persik 3-0