Suasana di Jalan Menteng VII, Medan Denai, mendadak mencekam Selasa siang lalu. Warga digegerkan oleh penemuan mengerikan di bantaran Sungai Denai: seorang wanita muda tewas, mayatnya terbungkus karung goni di dalam sebuah kotak.
Semua berawal sekitar pukul dua kurang seperempat. Suardin Geaia, yang saat itu bersama seorang warga lain, melihat sebuah kotak tergeletak di tepian sungai. Barang itu terlihat mencurigakan.
Rasa penasaran menggerakkannya untuk mendekat. Dia pun membuka kotak itu. Isinya? Sebuah karung. Kecurigaannya semakin menjadi-jadi.
Dengan alat seadanya, Suardin merobek karung tersebut. Apa yang dia lihat kemudian benar-benar di luar dugaan. Bukan bangkai hewan, melainkan sesosok mayat manusia perempuan.
"Saya datangi abang-bang di situ saya tanya barang apa itu, saya kira bangkai babi. Penasaran, saya korek karung goni itu untuk memastikan paketnya, rupanya itu mayat manusia," kenang Suardin, masih terbayang jelas kejadian siang itu.
Kabar ini langsung menyebar bagai angin. Kepala lingkungan dihubungi, yang kemudian segera melaporkan temuan mengerikan ini kepada pihak kepolisian.
Tak butuh waktu lama, petugas dari Polsek Medan Area, Satreskrim Polrestabes Medan, dan tim Inafis bergegas ke lokasi. Mereka langsung mengamankan TKP dan mulai mengidentifikasi korban. Dari pemeriksaan awal, korban diperkirakan masih sangat muda, antara 20 sampai 25 tahun. Ada lebam-lebam di tubuhnya, yang diduga kuat bekas kekerasan.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, menyatakan pihaknya sudah mengantongi identitas korban. Meski begitu, penyelidikan masih terus digenjot untuk mengungkap motif dan pelaku di balik peristiwa tragis ini.
"Kami berkoordinasi dengan Tim Forensik untuk tindak lebih lanjut," ujar AKBP Bayu.
Dia juga menegaskan satu hal: jasad korban ditemukan dalam keadaan utuh. Tidak ada tanda-tanda pemotongan anggota tubuh atau mutilasi.
Setelah proses di TKP selesai, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Medan. Di sana, autopsi akan dilakukan untuk mencari penyebab kematian yang lebih pasti.
Polisi menduga kuat ini adalah kasus pembunuhan. Modusnya, mayat dibungkus karung, dimasukkan ke dalam kotak, lalu dibuang begitu saja di bantaran sungai. Sebuah upaya penghilangan jejak yang terencana.
Sampai saat ini, penyelidikan masih terus berjalan. Masyarakat sekitar pun masih diliputi rasa was-was, menunggu titik terang dari kasus yang mengusik ketenangan kampung mereka ini.
Artikel Terkait
Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Dugaan Pelecehan Santri, Komisi III DPR Desak Penahanan
Google dan YouTube Patuhi Aturan Perlindungan Anak di Indonesia, Pemerintah Tunggu Komitmen Roblox
Wanita Diduga Lompat ke Jurang di Bogor Tengah, Pencarian Dihentikan
Pendaftaran Seleksi Nasional Kampung Nelayan Merah Putih Ditutup, KKP Terima 118.676 Pelamar