Anggaran yang tak main-main, sekitar Rp44,37 miliar, digelontorkan PT Merdeka Battery Materials Tbk untuk kegiatan eksplorasi nikel di Konawe sepanjang kuartal terakhir 2025. Rinciannya, dana sebesar USD 2,65 juta itu dialokasikan khusus untuk menggali lebih dalam potensi tambang di Sulawesi Tenggara.
Menurut keterbukaan informasi yang dirilis Selasa lalu, pekerjaan lapangan ini ditangani langsung oleh anak usahanya, PT Sulawesi Cahaya Mineral atau SCM. Mereka tak cuma bor biasa. Metodenya cukup komprehensif, mulai dari diamond drilling, pemetaan geologi detail, pengambilan sampel, sampai survei geofisika memakai ground penetration radar.
Lokasi pengeboran sengaja dipusatkan di area yang berdekatan dengan lubang tambang yang sudah ada. Logikanya sederhana: strategi ini selaras dengan rencana jangka panjang perusahaan. Di satu sisi, basis data sumber daya bisa diperkuat. Di sisi lain, kelangsungan produksi di masa depan jadi lebih terjamin.
Hasilnya? Cukup menggembirakan. Hingga penutupan kuartal IV-2025, tercatat 1.659 lubang bor berhasil diselesaikan. Kalau diukur, total kedalamannya mencapai 53.749 meter. Pengeboran infill semacam ini punya tujuan krusial, yaitu mendongkrak klasifikasi sumber daya nikel. Dari yang semula masuk kategori 'tereka', diharapkan bisa naik kelas menjadi 'tertunjuk' bahkan 'terukur'.
Selain bor-boran, SCM juga tak kalah sibuk. Mereka telah menyelesaikan survei GPR sepanjang 173,2 kilometer di area PB. Belum lagi pemetaan geologi dan pengambilan sampel yang menjangkau area seluas 613 hektare. Lumayan luas.
Ke depan, kegiatan ini masih akan berlanjut. Perusahaan berencana mengoperasikan 37 unit rig bor untuk melanjutkan program diamond drilling. Fokusnya dua hal. Pertama, tentu untuk resource infill guna meningkatkan kategori sumber daya yang ada. Kedua, sekaligus melakukan eksplorasi lanjutan. Tujuannya jelas: memburu potensi sumber daya baru yang masih terpendam di perut bumi Konawe.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 11,92% Sepanjang Mei, Saham-Saham Ini Justru Melesat di Tengah Koreksi
Pemprov DKI Beri Diskon PBB 7,5 Persen dan Hapus Sanksi Tunggakan, Berlaku Juni 2026
Bursa Asia Menguat, Nikkei dan KOSPI Cetak Rekor Baru Didorong Sektor Teknologi
Pertamina Patra Niaga Resmi Turunkan Harga Avtur 10 Persen di Seluruh Bandara Mulai Hari Ini