Dia juga menambahkan pesan tentang pentingnya sepuluh hari terakhir Ramadan. Menurut Cak Imin, hari-hari penuh berkah ini harus dimanfaatkan untuk mempererat ikatan spiritual seluruh bangsa.
“10 hari terakhir kita gunakan betul untuk menyambungkan kebersamaan spiritual bangsa lewat Nuzulul Qur'an,” tambahnya.
Acara sendiri diperkirakan mulai bergulir sekitar pukul 20.00 WIB. Pembukaannya diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, seperti lazimnya upacara kenegaraan. Kemudian, suasana semakin khusyuk dengan lantunan ayat suci.
Pembacaan ayat Al-Qur’an dari Surah Al-Hasyr ayat 21–24 dipercayakan kepada qari muda berbakat, M. Zian Fahrezi. Prestasinya tak main-main: dia baru saja menyabet juara pertama di Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional Al-Ameed ke-3 di Karbala, Irak, tahun ini.
Setelah rangkaian inti, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan menyampaikan taklimat atau pidatonya. Malam itu, Istana Negara bukan hanya menjadi pusat kekuasaan, tetapi juga pusat renungan dan ketenangan di bulan Ramadan.
Artikel Terkait
Puluhan Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi Akibat Penjadwalan Ulang Penerbangan
Pemerintah Tunda Akses Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
22 WNI Dievakuasi dari Iran Tiba di Indonesia Usai Jalani Perjalanan Darat Panjang
Kementan Siapkan 5,9 Miliar Benih Tebu untuk Pacu Swasembada Gula 2026