Sudah mulai terasa, geliat arus mudik Lebaran tahun ini. PT Jasa Marga mencatat, volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta meningkat signifikan, bahkan jauh sebelum hari H. Pergerakan ini sudah terpantau sejak 19 hari sebelum Lebaran 2026.
Menurut Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantoro, ada pola yang menarik. Tren keberangkatan pemudik tampaknya bergeser.
"Kalau dilihat tren sampai hari ini, sudah ada pergeseran. Pergerakan sudah kelihatan sejak H-19. Golongan pertama ini sudah bergerak, jadi sirkulasi kendaraan sudah terjadi," ujar Rivan dalam sebuah konferensi pers, Selasa (10/3/2026).
Dia membeberkan data yang cukup jelas. Dibanding kondisi normal di rentang H-26 hingga H-20, lalu lintas naik sekitar 3,26 persen. Angkanya bahkan lebih tinggi jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni naik 4,15 persen. Artinya, orang-orang memang memilih berangkat lebih awal.
Artikel Terkait
Kecelakaan Beruntun di Tol TB Simatupang, Lalin Tersendat 5 Km
Pemprov DKI Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi 30.774 Orang, Siapkan 709 Bus
Menteri Keuangan Peringatkan Pejabat Baru Jaga Integritas di Tengah Kasus Hukum
Pemerintah Klaim Stok Pangan dan Energi Aman Meski Ketegangan Global Meningkat