Mentan Perluas Pompanisasi 1 Juta Hektare untuk Antisipasi Dampak El Nino

- Senin, 09 Maret 2026 | 12:15 WIB
Mentan Perluas Pompanisasi 1 Juta Hektare untuk Antisipasi Dampak El Nino

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tak mau ambil risiko. Menghadapi ancaman kekeringan yang dipicu El Nino, pemerintah memutuskan untuk memperluas program pompanisasi lahan pertanian. Targetnya cukup ambisius: satu juta hektare tambahan pada tahun 2026.

Langkah ini melanjutkan upaya tahun sebelumnya yang sudah menjangkau 1,2 juta hektare. Tak cuma pompanisasi, ada juga irigasi perpompaan untuk satu juta hektare lahan lagi. Intinya, semua demi memastikan sawah tetap basah dan produksi padi tak terganggu saat musim kering tiba.

“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare, dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga,"

Demikian penjelasan Amran dalam keterangannya, Senin (9/3/202).

Meski ancaman cuaca ekstrem membayang, nada yang disampaikan Mentan justru penuh keyakinan. Menurutnya, sektor pangan nasional punya fondasi yang kuat. Dinamika geopolitik global atau El Nino pun, klaimnya, tak akan terlalu menggoyahkan.

"Kita juga tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi geopolitik global maupun potensi El Nino. Produksi kita kuat, stok kita aman,”

tegasnya.

Data terbaru per Maret 2026 seolah mendukung pernyataan itu. Produksi beras nasional disebutkan berkisar antara 2,6 juta hingga 5,7 juta ton per bulan. Angka ini jelas di atas rata-rata konsumsi yang 'hanya' sekitar 2,59 juta ton per bulan.

Lalu, berapa total ketersediaannya? Saat ini tercatat 27,99 juta ton. Rinciannya, stok Bulog 3,76 juta ton, stok di masyarakat sekitar 12,50 juta ton, dan padi siap panen atau standing crop mencapai 11,73 juta ton.

Dengan angka-angka itu, Amran memperkirakan stok beras nasional masih cukup untuk sekitar 324 hari ke depan. Atau kalau dirata-rata, hampir 11 bulan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Produksi kita tetap terjaga, bahkan dalam beberapa bulan bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,”

katanya meyakinkan.

Potensi peningkatan produksi itu bukan omong kosong. Periode panen raya di berbagai daerah akan segera masuk. Imbasnya, stok beras pemerintah diproyeksikan bisa melonjak hingga 5 juta ton dalam dua bulan mendatang.

Nah, bagaimana dengan komoditas lain? Kabar baiknya, kondisi surplus juga terjadi pada ayam dan telur. Di sisi lain, persoalan pupuk yang kerap jadi keluhan petani juga tampaknya sedang membaik. Ketersediaannya aman, dan yang menarik, harganya dilaporkan turun sekitar 20 persen.

“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam. Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,”

tutup Amran, mengakhiri pernyataannya dengan optimisme.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar