Di tengah upaya memenuhi janji program 3 juta rumah, pemerintah akhirnya memulai gebrakan nyata. Proyek pertama yang digarap adalah pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Bekasi. Menariknya, lokasinya berada di atas lahan milik Lippo Group. Ini jadi langkah awal sekaligus uji coba model kolaborasi yang digadang-gadang.
Dana sebesar Rp14 triliun untuk membangun rusun itu digelontorkan oleh Badan Pengelola Investasi atau Danantara. Menurut Rosan Perkasa Roeslani, yang menjabat sebagai Meninvestasi sekaligus CEO Danantara, proyek ini dinilai sangat strategis.
"Dari sisi pembiayaan, Danantara akan mendukung penuh proyek ini karena kami melihat ini sebagai proyek yang sangat baik dan memiliki dampak besar," ujar Rosan di Cikarang, Minggu lalu.
Ia menambahkan, kolaborasi antara BUMN karya dan kontraktor swasta juga sangat dimungkinkan dalam pelaksanaannya nanti.
Rencananya, di atas lahan seluas 12,8 hektare itu akan berdiri 18 tower menjulang. Masing-masing setinggi sekitar 32 lantai. Kalau dihitung-hitung, total investasinya bisa mencapai Rp14 hingga Rp16 triliun. Angka yang fantastis, tentu saja.
Di sisi lain, Menteri Perumahan Maruarar Sirait tak lupa menyampaikan apresiasi. Menurutnya, persiapan proyek yang hanya sekitar dua bulan hingga peletakan batu pertama adalah kerja keras semua pihak.
"Kami juga berterima kasih kepada pendiri Lippo Group, Bapak Mochtar Riady, atas dukungan dan kontribusinya bagi pembangunan perumahan rakyat," kata Maruarar.
Artikel Terkait
Telkom Konsolidasikan Aset Fiber BUMN Lain ke InfraNexia untuk Dongkrak Pasar
Ketua Banggar DPR Desak Pemerintah Tunda Proyek Tidak Mendesak untuk Pertebal Cadangan Fiskal
Prabowo Panggil Menteri Kehutanan Bahas Satgas Pendanaan Taman Nasional
Coding dan AI Resmi Jadi Mata Pelajaran Pilihan di SD hingga SMA