Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemitraan dengan Indonesia di sektor budaya, pendidikan, dan inovasi. Pernyataan itu disampaikan dalam kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Élysée, Kamis (28/5/2026) waktu setempat.
Macron menyebut hubungan budaya kedua negara terus menunjukkan perkembangan signifikan sejak peluncuran strategi budaya bersama pada Mei 2025. Saat itu, ia berkunjung ke Candi Borobudur dan menandai dimulainya kerja sama di berbagai sektor kreatif.
"Kami juga ingin memperkuat kemitraan budaya kita untuk industri budaya dan kreatif," ujar Macron.
Menurut dia, strategi tersebut telah membuahkan kemajuan penting dalam beberapa bulan terakhir. Mulai dari bidang museum, buku, film, hingga industri mode, semua menunjukkan hasil yang nyata.
"Strategi ini telah mengalami kemajuan penting dalam beberapa bulan terakhir, baik dalam bidang museum, buku, film, maupun mode," katanya.
Di luar sektor budaya, kedua negara juga sepakat memperdalam kerja sama di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan tinggi. Kesepakatan itu diambil dalam rangka Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026.
Macron menjelaskan bahwa kedua negara akan mengadopsi deklarasi bersama yang berfokus pada penguatan kolaborasi ilmiah, teknologi, dan universitas. Ia menegaskan pentingnya menata ulang kerja sama agar lebih terstruktur dan berdampak luas.
"Dalam rangka Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026, kami juga sepakat memperdalam dan menata lebih baik kerja sama ilmiah, teknologi, dan universitas," ujar Macron.
Prancis, lanjut dia, juga ingin membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa, peneliti, dan talenta muda Indonesia untuk belajar serta mengembangkan diri di negaranya. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat hubungan antargenerasi.
"Prancis ingin menerima lebih banyak mahasiswa, peneliti, dan talenta Indonesia," katanya.
Untuk mendukung ambisi tersebut, Macron mengungkapkan bahwa Yayasan France Asie akan membuka cabang di Indonesia. Pendirian kantor perwakilan itu menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antargenerasi muda kedua negara.
Selain itu, akan dibentuk program tahunan bernama Young Leaders. Program ini dirancang untuk mempertemukan tokoh-tokoh muda potensial dari Indonesia dan Prancis guna mendorong lahirnya kolaborasi baru.
"Yayasan France Asie akan meluncurkan cabang Indonesia yang merupakan bagian dari ambisi yang sama dan juga akan memungkinkan dibentuknya program tahunan Young Leaders yang mempertemukan tokoh-tokoh muda berbakat yang terlibat dalam pengembangan hubungan kedua negara kita," pungkas Macron.
Artikel Terkait
Dokter Ingatkan Orang Dewasa Jangan Abaikan Vaksinasi, Imunitas dari Vaksin Masa Kecil Bisa Menurun
Resep Sop Konro Makassar, Hidangan Iga Sapi Berkuah Kluwek yang Kaya Rempah
Kemendikdasmen Siapkan 150 Ribu Beasiswa D4 dan S1 untuk Guru demi Penuhi Kualifikasi Akademik
Pemuda di Banyumas Diamankan Usai Diduga Masuk Kos untuk Foto Pakaian Dalam Wanita, Kasus Damai dengan Wajib Lapor