Lalu bagaimana dengan transportasi laut? Rupanya, pelabuhan seperti Tanjung Priok, Makassar, Tanjung Perak Surabaya, Yos Sudarso Ambon, dan Semarang akan jadi titik pemberangkatan utama. Sementara tujuan yang paling diburu penumpang diperkirakan adalah Tanjung Perak Surabaya, Makassar, Tanjung Priok, Bau-Bau di Sulawesi Tenggara, dan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.
“Lintas penyeberangan dengan pergerakan terbesar diperkirakan terjadi pada rute Merak-Bakauheni, Lembar-Padang Bai, serta Kupang dengan tujuan utama Bakauheni, Merak, Lembar, Padang Bai, dan Ketapang,” jelas Dudy.
Meski sudah memetakan titik-titik rawan ini, Menhub tak merinci berapa proyeksi jumlah penumpangnya. Padahal, pemerintah sudah punya peta lengkap potensi kepadatan di berbagai simpul tadi.
Yang menarik, Kemenhub justru memproyeksikan angka pergerakan penumpang Lebaran 2026 bakal turun sekitar 1,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari 146,4 juta orang menjadi sekitar 143,9 juta orang. Penurunan ini diduga ada kaitannya dengan kebijakan baru.
Puncak arus mudik sendiri diprediksi terjadi pada 16 dan 18 Maret. Untuk mengurai kemacetan, pemerintah sudah mengusung kebijakan work from anywhere (WFA) yang konon sudah dapat lampu hijau dari Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini diharap bisa sedikit meredam kepadatan di jalan.
Artikel Terkait
Pemerintah Tunda Akses Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
22 WNI Dievakuasi dari Iran Tiba di Indonesia Usai Jalani Perjalanan Darat Panjang
Kementan Siapkan 5,9 Miliar Benih Tebu untuk Pacu Swasembada Gula 2026
22 WNI Tiba di Indonesia Usai Dievakuasi dari Iran