“Kita perlu stok yang banyak pada bulan Januari. Jadi stok itu harus cukup sampai bulan Maret. Karena Lebarannya juga maju, ada Valentine, Imlek, Nataru,”
jelas Budiharjo lagi. Padat sekali, bukan?
Lalu, solusinya apa? Menurut dia, kunci utamanya ada pada koordinasi. Pelaku usaha sangat mengharapkan kolaborasi yang lebih solid dengan pemerintah, terutama instansi-instansi yang berperan langsung di lapangan seperti Bea Cukai dan kementerian teknis.
“Jadi, harapan kami bisa berkoordinasi dari Bea Cukai, Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan semua kementerian. Barang-barang itu harus ada. Atau kita akan kehilangan momentum penjualan,”
tegasnya. Momentum yang sayang jika sampai terlewat.
(Nadya Kurnia)
Artikel Terkait
Jasindo Gelar Layanan Kesehatan dan Santunan untuk Jemaah Istiqlal di Ramadan
Lalu Lintas Selat Hormuz Anjlok Drastis Imbas Konflik Iran-AS
Bank Dunia: Ukraina Butuh Dana Rp9.900 Triliun untuk Rekonstruksi Pascaperang
Melly Goeslaw Kirim Doa untuk Vidi Aldiano, Almarhum Berpulang Setelah Lama Lawan Kanker