Target 2026 itu bukan muncul tiba-tiba. Sejak setahun terakhir, operasi penindakan skala nasional sudah digulirkan. Pemerintah merasa gerah dengan maraknya jaringan penipuan siber yang merusak ketertiban dan yang tak kalah penting mengganggu citra Kamboja di mata dunia.
Upaya pembersihan ini ternyata sudah membuahkan hasil yang cukup signifikan. Menurut Menteri Dalam Negeri Sar Sokha pekan lalu, lebih dari 30.000 tersangka penipu asing telah dideportasi dari negara itu.
Angkanya bahkan lebih besar untuk mereka yang memilih pergi sendiri. Sejak operasi intensif digencarkan mulai Juni tahun lalu, tercatat lebih dari 210.000 orang hengkang secara sukarela dari kerajaan tersebut.
Jadi, janji Hun Manet di depan forum ASEAN itu seperti puncak gunung es dari sebuah operasi besar yang sudah berjalan. Di sisi lain, langkah ini jelas ingin menunjukkan keseriusan Kamboja dalam menegakkan hukum dan melindungi iklim investasinya. April 2026 akan menjadi penanda, apakah komitmen ini benar-benar tuntas atau tidak.
Artikel Terkait
Trump Ajukan Kevin Warsh Pimpin The Fed, Hadapi Penolakan dari Senator Sekutu
Kesehatan Nadiem Memburuk di Tengah Sidang Korupsi Rp809 Miliar
Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai Hari Ini
BGN Minta Kepala Daerah Turun Langsung Awasi Dapur dan Menu Makanan Bergizi Gratis